Bogor – Meski saat ini hampir seluruh aspek kehidupan manusia sudah bersentuhan dengan internet, literasi digital ternyata menjadi salah satu hal yang masih minim didapatkan oleh masyarakat.
Karena itu, Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berkaitan dengan hal tersebut.
Menurut Penanggung Jawab PKM Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Moestopo, HM Saifulloh, PKM kali ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial Fikom Universitas Moestopo.
PKM kali ini diselenggarakan di Kampung Anyar, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada 17-18 September.
“Dengan PKM kali ini, Fikom Universitas Moestopo membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu membumi, dan bukan hanya berada di menara gading saja,” ujar Saifulloh.
Lebih lanjut Saifulloh memaparkan bila dalam beberapa tahun belakangan terjadi banyak masalah akibat minimnya pengetahuan masyarakat terkait literasi digital.
Pada masa pandemi Covid-19 World Health Organization (WHO) bahkan sampai membuat sebuah istilah baru, yakni Infodemi.
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Kominfo, ada sekitar tiga jenis infodemi yang beredar di masyarakat antara lain:
1) Disinformasi, yakni sebuah informasi yang dibuat dengan sengaja dan memiliki tujuan untuk mendestruksi informasi yang beredar;
2) Malinformasi, yakni sebuah infor-masi dibuat sudah sesuai dengan fakta yang terjadi, namun ditujukan untuk orang tertentu.
3) Infodemi, yaitu sebuah informasi yang kurang tepat dan dibuat tanpa unsur kesengajaan namun tersebar luas dengan cepat di tengah publik.
Kenyataan itu membuat Universitas Moestopo terdorong untuk membantu pemerintah meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat pendiri Universitas, Prof Dr Moestopo, yang memiliki semangat tinggi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Rektor Universitas Moestopo, Prof Dr Paiman Raharjo, MM MSi.
Dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait berbagai hal di dunia internet, Fikom Universitas Moestopo berharap mampu mendorong dan memacu pembangunan daerah dengan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Sebab selain untuk berbagi pengetahuan terkait berbagai hal di dunia internet, pada kesempatan kali ini para dosen dan sivitas akademika Fikom Universitas Moestopo juga berbagi pengetahuan tentang kesempatan dan tantangan dalam penggunaan media sosial.
Media sosial selain memiliki berbagai tantangan yang harus diwaspadai, tapi juga memiliki segudang manfaat, salah satunya adalah manfaat ekonomi.
Dengan pemanfaatan media sosial, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Dunia internet sangatlah luas dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan demi pembangunan desa. Karena itulah, literasi digital bagi masyarakat pedesaan sangat diperlukan.
“Semoga dengan PKM yang digelar Fikom Universitas Moestopo ini, kemampuan literasi digital warga desa makin meningkat yang berujung pada peningkatan bukan hanya pengetahuan, namun juga peluang pen-ingkatan pada aspek ekonomi,” lugasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Tegal, Kasim Sunardi, Babinsa Darwis serta Perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adung.
Sedangkan para dosen Fikom Universitas Moestopo yang mendukung dengan mengisi acara ini adalah Yos Horta Meliala, Drs Nono Sungkono, Dr Bayquni, Citra Eka Putri dan Radja Erland Hamzah. (HumasMoestopo/Red)






