Peristiwa tragis menimpa delapan pelajar SMAN 1 Lebong saat berwisata di Sungai Bioa kemaceak, Desa Lemeu, Kabupaten Lebong, Senin (4/5/26) sore.
Insiden terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Luapan air bah secara mendadak menyeret para pelajar yang tengah berada di sekitar aliran sungai tersebut.
Kapolres Lebong, Agoeng Ramadhani, turun langsung memimpin proses pencarian. Ia didampingi personel Polres, tim BPBD, serta bantuan dari masyarakat setempat di lokasi.
Berdasarkan keterangan lapangan, lima orang sempat terseret arus. Salah satu pelajar bernama Farhan berupaya menolong dan berhasil menyelamatkan dua rekannya dari derasnya air.
Dari total delapan pelajar, lima orang dinyatakan selamat. Namun, tiga korban lainnya yakni Hanifah, Aulia, dan Fahri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi seluruh korban. Korban selamat segera dilarikan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Kapolres Lebong mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat berisiko memicu peningkatan debit air tiba-tiba.
“Masyarakat dihimbau tidak beraktivitas di sungai saat cuaca buruk. Potensi air bah dapat terjadi sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Agoeng Ramadhani.
Polres Lebong juga mengajak warga untuk saling mengingatkan satu sama lain. Hal ini demi mencegah kejadian memilukan serupa terulang kembali di masa mendatang. (Red)






