Reses di Bunut Tinggi, Infrastruktur Rusak dan Buruknya Layanan RSUD Tais Disorot Warga

Satujuang, Seluma- Warga Desa Bunut Tinggi menyampaikan beragam aspirasi terkait infrastruktur dan pelayanan publik saat kegiatan reses Anggota DPRD Seluma, Suhandi Pinota.

Pertemuan tersebut menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang mendesak untuk segera ditingkatkan.

Pemerintah Desa Bunut Tinggi mengusulkan prioritas peningkatan jalan Tebing Penago menuju Desa Talang Kabu sepanjang sekitar 9 kilometer.

Jalan tersebut telah dibuka sejak program TMD tahun 2014 namun belum mendapatkan peningkatan memadai.

“Jalan ini dibuka sejak program TMD tahun 2014 dan hingga kini sangat membutuhkan peningkatan,” ujar Kepala Desa Bunut Tinggi, Rabu (18/3/26).

Selain itu, desa juga mengusulkan peningkatan jalan Napal Itam menuju Desa Harapan Mulya sepanjang 4 kilometer.

Kebutuhan lain yang disampaikan meliputi pembangunan jembatan Air Penago sepanjang 8 meter.

Warga juga meminta pemagaran makam desa berikut pembangunan gapura.

Tak hanya infrastruktur, pelayanan publik di sektor kesehatan turut menjadi sorotan utama.

Tokoh masyarakat Gusman Gumanti mengkritik pelayanan di RSUD Tais yang dinilai belum maksimal.

“Pelayanan di IGD masih kurang maksimal. Kami juga menemukan kondisi WC di ruang perawatan rusak,” ujar Gusman.

Ia menambahkan, klaim obat maupun rujukan sering kali dipersulit dengan berbagai alasan.

Gusman juga menyinggung belum difungsikannya Puskesmas di Desa Bunut Tinggi yang telah dibangun dengan anggaran besar.

Akibatnya, masyarakat masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kami berharap Dinas Kesehatan segera membuka dan mengoperasikan Puskesmas di desa ini, agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat,” tegas Gusman.

Ia berharap Puskesmas di Desa Bunut Tinggi bisa beroperasi seperti Puskesmas di Desa Penago Dua.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Seluma Suhandi Pinota memastikan seluruh masukan akan dibawa ke pembahasan DPRD.

“Aspirasi masyarakat ini akan kami tampung dan perjuangkan. Terutama yang menyangkut kebutuhan dasar seperti infrastruktur dan pelayanan kesehatan,” ujar Suhandi.

Ia menegaskan, hasil reses menjadi pijakan penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah. (da)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *