Jalan ke Ulu Talo Nyaris Putus, LAKI P45 Semprot Pemkab Seluma: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Seluma- Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) mendesak Pemkab Seluma segera tangani jalan menuju Ulu Talo yang nyaris putus akibat abrasi dan longsor.

Akses jalan ke Kecamatan Ulu Talo kian kritis, terancam putus karena abrasi Sungai Talo dan anak-anak sungainya menggerus badan jalan.

Longsor juga terus terjadi di sejumlah titik tanpa penanganan serius, memperparah kondisi infrastruktur vital tersebut.

LAKI P45 menilai lambannya respons Pemerintah Kabupaten Seluma sebagai kelalaian serius dalam memenuhi pelayanan dasar masyarakat pedalaman.

Kondisi jalan rusak berat ini mengancam keselamatan warga dan berpotensi mengisolasi Ulu Talo jika dibiarkan berlarut.

“Di beberapa titik jalan menuju Ulu Talo sudah hampir putus, bahkan ada yang sudah tidak layak dilalui,” sampai Ahlul Fajri Ketua Perwakilan LAKI P45, Senin (23/2/26).

Ia menambahkan, jika pemerintah terus diam, kondisi ini bisa berujung pada isolasi wilayah dan korban jiwa.

Ironisnya, warga terpaksa menambal kelalaian pemerintah dengan swadaya di pangkal Desa Pagar.

Masyarakat bergotong royong memperbaiki gorong-gorong Sungai Bemban yang putus akibat abrasi dengan urunan dana.

Dana tersebut digunakan untuk membeli gorong-gorong baru serta menyewa alat berat yang diperlukan.

“Ini sangat memalukan. Ketika negara seharusnya hadir, justru rakyat yang dipaksa menambal kegagalan pemerintah,” ujar Ahlul.

Dia menegaskan, kondisi tersebut merupakan bukti nyata pembiaran masalah infrastruktur.

LAKI P45 menolak dalih keterbatasan anggaran yang kerap dikemukakan pemerintah daerah.

Menurut mereka, persoalan ini menyangkut keberpihakan, skala prioritas, dan kemauan politik Pemkab Seluma.

“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Ulu Talo,” kata Ahlul.

Tidak ada alasan pembenar untuk terus menunda penanganan jalan vital tersebut.

LAKI P45 mendesak Pemkab Seluma segera mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD untuk penanganan darurat.

Anggaran tersebut untuk titik rawan abrasi dan longsor serta perbaikan permanen akses menuju Ulu Talo.

Organisasi ini juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu turun tangan sebelum kondisi kian parah.

“Jangan tunggu ada korban, jangan tunggu jalan benar-benar putus total,” tegas Ahlul Fajri.

Ia mengancam akan menaikkan persoalan ini ke tingkat provinsi dan pusat jika diabaikan.

LAKI P45 juga akan mengawal secara serius penggunaan anggaran infrastruktur di wilayah tersebut.

Sementara itu, M Syaifullah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Seluma, menyatakan penanganan akan diprioritaskan pada 2026.

“Insha Allah, tahun 2026 ini kita prioritaskan akses menuju Kecamatan Ulu Talo,” ungkap Syaifullah.

Ia menambahkan, akan dibangun Talud jalan di Desa Napal Melintang dan Box Culvert di Desa Pagar.

“Namun saat ini masih berproses, dan akan segera kita eksekusi jika sudah siap semua persiapannya,” jelasnya saat dikonfirmasi Satujuang. (Da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *