Satujuang, Seluma- Kominfo Seluma membatalkan perekrutan tenaga honorer setelah seluruh tahapan seleksi selesai, memicu kekecewaan dan rasa dirugikan dari para peserta.
Pembatalan tersebut dinilai merugikan peserta secara materiil dan immateriil, mencakup biaya, waktu, tenaga, serta pikiran yang telah dicurahkan hingga tahap akhir seleksi.
“Jelas saja kami kecewa, kami menilai pemerintah main-main terhadap pelayanan publik. Masa perekrutan yang dibuat secara resmi dibatalkan begitu saja,” jelas seorang peserta yang enggan disebutkan namanya, Kamis (29/1/26).
Sekitar 20 peserta seleksi merasakan kerugian akibat pembatalan ini, baik finansial maupun nonfinansial, sehingga Pemerintah Kabupaten Seluma diharapkan lebih berbenah di tengah polemik tenaga honorer.
“Kerugian secara materi tidak terlalu besar, namun waktu, tenaga, dan pikiran, serta kami merasa dipermalukan oleh ulah yang tidak bersesuaian dengan etika aparat negara,” tambahnya.
Terkait hal tersebut, para peserta masih mempertimbangkan langkah lanjutan, dengan upaya hukum yang belum menjadi keputusan final dan akan dibahas bersama peserta lainnya.
“Kami akan fikir dan rembukkan dulu karena masih ada peserta lainnya, hal ini tidak patut diulang dan dicontoh oleh dinas lainnya,” tutupnya.
Sebelumnya, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kabupaten Seluma mengumumkan perekrutan Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) sebanyak sembilan orang.
Sembilan PJLP tersebut terdiri dari tiga tenaga fotografer, tiga tenaga komputer, serta tiga tenaga cleaning service, jaga malam, dan pengemudi.
Namun, setelah pengumuman kelulusan administrasi serta pelaksanaan tes tertulis dan tes kompetensi, Wakil Bupati Seluma menyatakan kegiatan tersebut dibatalkan pada Kamis sore (28/1).
Melalui akun resmi Facebook Kominfo Seluma, penundaan hasil seleksi perekrutan PJLP diumumkan dengan batas waktu belum ditentukan, disebutkan karena adanya kesalahan pada rekening anggaran PJLP.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kominfosantik Kabupaten Seluma belum memberikan klarifikasi resmi terkait pembatalan proses perekrutan tersebut. (Da)







buat masalah lagi kadis kominpotik