Miris, Mayoritas Remaja Geng Motor yang Diamankan Polresta Bengkulu Berstatus Putus Sekolah

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang, Bengkulu- Miris, mayoritas remaja geng motor yang diamankan Tim Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu bersama Brimob Polda Bengkulu di Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) pada Senin (5/1) dini hari berstatus putus sekolah.

Fakta memprihatinkan terungkap dari latar belakang para remaja tersebut, di mana mayoritas dari mereka sudah tidak lagi mengenyam bangku pendidikan atau berstatus putus sekolah, berdasarkan data kepolisian.

Revi Harisona, Kasubnit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu, merincikan bahwa dari total 16 remaja yang diamankan, 14 orang berstatus di bawah umur dan dua orang sudah dewasa, dengan empat pelajar SMP, dua pelajar SMA, serta sisanya merupakan remaja putus sekolah.

Tindakan kepolisian ini bermula dari aduan masyarakat yang merasa terancam oleh keberadaan kelompok geng motor tersebut hingga larut malam, di mana petugas menemukan sejumlah senjata tajam saat penyisiran dilakukan.

“Saat ini, seluruhnya telah dibawa ke Mako Polresta Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama untuk mendalami peran mereka dan asal-usul senjata tajam yang ditemukan,” ujar Revi.

Terkait kejadian ini, Polresta Bengkulu mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih peka terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah pada jam rawan.

Sebab pengawasan keluarga adalah benteng utama mencegah remaja terjebak dalam lingkaran kriminalitas. (Red/BT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *