Satujuang, Kota Bengkulu- Kawasan Belungguk Point sukses menyajikan pesta budaya inklusif, dari dentuman dhol hingga distorsi musik, yang memadati puluhan ribu pengunjung di empat panggung utama.
Festival Belungguk Point mengusung semangat keberagaman, menyatukan tradisi lokal, kreativitas komunitas modern, dan ekspresi anak muda Bengkulu dalam lanskap hiburan yang hidup serta inklusif.
Panggung utama Belungguk Point Stage menjadi magnet publik dengan dentuman Dol Kolosal yang memukau ribuan penonton, menghadirkan sensasi magis khas Bengkulu.
Selain itu, parade budaya penuh warna, Fashion Show, dan Opening Ceremony yang megah turut mempertegas kekayaan tradisi lokal di panggung tersebut.
Band legenDrs Cholesterol membius massa dengan aksi panggung energik, disemarakkan kehadiran Wali Kota Bengkulu, dan antusiasme pengunjung memuncak saat berbagai doorprize dibagikan.
Sementara itu, Juanda Stage menjadi wadah kuat bagi semangat anak muda melalui Orasi Kepemudaan yang menggugah dan ekspresi seni mural live painting.
Sesi Stand Up Comedy menciptakan suasana cair dan penuh tawa, dilengkapi keceriaan komunitas Push Bike dengan peserta cilik yang unjuk kebolehan.
Di sisi lain, Lempok Stage menawarkan hiburan santai dengan parade enam DJ, Live PA Karaoke, dan irama musik menghentak yang mengajak pengunjung bernyanyi serta berdansa.
Area ini juga menjadi pusat aktivitas komunitas, termasuk skateboard, yang memamerkan berbagai atraksi dan trik ekstrem.
Adapun Bagarhiu Stage menjadi surga pencinta musik keras dan budaya pop Jepang, menampilkan Dafara Bros serta band distorsi seperti The Kursk, Skypiea, dan Goddam.
Panggung ini juga menjadi titik temu inklusif antara komunitas pecinta anime (wibu) dan komunitas lari, menciptakan perpaduan unik dalam festival.
Secara keseluruhan, festival Belungguk Point menjadi bukti nyata bangkitnya ekosistem kreatif Bengkulu yang mampu menyerap animo massa dalam skala besar. (MCKB)











