Banjir Aceh, Waka I DPRD Provinsi Bengkulu: Air Capai Enam Meter

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Aceh-Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengungkapkan kondisi memprihatinkan akibat banjir mencapai enam meter di Aceh Tamiang.

Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang telah melumpuhkan hampir seluruh aktivitas masyarakat, berdasarkan pengamatan langsungnya saat melakukan perjalanan ke wilayah Aceh Tamiang dan Langsa.

“Aceh Tamiang sudah seperti kota mati. Air mencapai enam meter, aktivitas masyarakat lumpuh total,” kata Teuku Zulkarnain melalui pesan WhatsApp, Jumat (12/12/25).

Selain merendam permukiman, dampak banjir juga memutus akses dasar masyarakat, dengan listrik dilaporkan padam sejak 26 Desember.

Jaringan sinyal komunikasi juga tidak berfungsi, sehingga warga kesulitan berkomunikasi maupun meminta bantuan.

“Listrik tidak ada sejak tanggal 26, sinyal juga tidak ada. Kondisi ini membuat warga benar-benar terisolasi,” ujarnya.

Selain itu, Teuku menyebut puing-puing bangunan dan material banjir menumpuk di berbagai ruas jalan dan permukiman, menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan.

“Puing-puing menumpuk di mana-mana. Warga tidak bisa beraktivitas, perekonomian benar-benar mati,” ungkapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah setempat maupun pemerintah pusat.

Prioritas penanganan mencakup pemulihan listrik, komunikasi, serta pembersihan material pasca-banjir.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap dampak sosial dan ekonomi masyarakat, mengingat lumpuhnya aktivitas ekonomi berpotensi memperparah kondisi warga terdampak.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Pemulihan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tegas Teuku. (Adv/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *