Satujuang, Blitar- Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Blitar, Nurhadi, menyoroti isu terkait kurangnya Komunikasi Walikota Blitar Syauqul Muhibbin dan Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba.
Ia berharap hubungan kerja keduanya dapat diperbaiki, disampaikan usai pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem pada Minggu (19/10/25).
“Alhamdulillah Nasdem terbukti niat baik ini direspon dengan gayung bersambut oleh kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar dalam kegiatan pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem kota dan kabupaten Blitar pada hari ini,” jelas Pak Nur.
Acara pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem Kota dan Kabupaten Blitar ini diselenggarakan setelah Nurhadi dilantik oleh Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin SH. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi sorotan utama.
Pak Nur, yang juga Anggota Komisi IX DPR RI, berharap momen pertemuan ini membawa dampak positif. Ia menginginkan Wali Kota Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dan Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba (Mbak Elim) semakin harmonis dalam komunikasi.
Menurut Pak Nur, keberhasilan tidak hanya bergantung pada profesionalisme dalam tugas. Ia menekankan pentingnya sikap proporsional, yang berarti berkeadilan sesuai situasi dan kondisi.
“Artinya tugas dan wewenang Wali Kota dan juga Wakil Wali Kota itu sudah diatur dalam undang undang tinggal dilaksanakan dipatuhi,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa undang-undang harus dilaksanakan secara profesional dan proporsional.
Ini mencakup adanya rasa saling pengertian di antara kedua pimpinan daerah, serta menghormati tugas masing-masing.
“Saya yakin kalau saling pengertian itu dijaga tidak akan terjadi kesalah pahaman ke depan,” tegasnya. Pak Nur percaya bahwa menjaga pengertian akan mencegah konflik.
Pak Nur meminta Mas Ibin dan Mbak Elim untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat Kota Blitar.
Kepentingan warga harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya sebagai wujud pengabdian tulus.
Melayani masyarakat dengan baik dan tulus dalam berbagai bidang pelayanan menjadi prioritas. Sinergi antara Mas Ibin dan Mbak Elim juga sangat dibutuhkan, termasuk dalam mutasi jabatan Pemkot,
“Sehingga ke depan tidak ada kesalah pengertian lagi,” pungkasnya. (Herlina)






