Satujuang, Jakarta – PT KAI (Kereta Api Indonesia) resmi menghentikan operasional kereta bisnis di Pulau Jawa, menggantinya dengan rangkaian Ekonomi Stainless Steel New Generation.
Dua layanan terakhir yang melepaskan gerbong bisnis adalah KA Gumarang dan KA Tegal Bahari.
Mulai 15 Juli 2025, KA Gumarang jurusan Surabaya Pasarturi, Pasarsenen PP beroperasi dengan unit baru berbahan stainless steel, diikuti KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen, Tegal PP pada 16 Juli 2025.
Dengan demikian, seluruh kereta jarak jauh KAI di Pulau Jawa kini hanya menyediakan kelas Eksekutif, Ekonomi Komersial, dan Ekonomi PSO.
Rangkaian New Generation dilengkapi bodi antikorosi, kursi ergonomis dengan footrest individu dan ruang kaki lega, serta Passenger Information Display System (PIDS) untuk informasi perjalanan real-time.
Pintu elektrik berperedam suara menjamin kenyamanan kabin, sementara bogie tipe K10 mendukung stabilitas hingga 120 km/jam. Fasilitas charging port USB dan stopkontak tersedia di setiap kursi, menjawab kebutuhan penumpang digital.
Modernisasi sarana ini adalah bagian dari investasi Rp14,87 triliun untuk pengadaan kereta dari PT INKA (Persero) periode 2023–2026.
Sebanyak 31 rangkaian (336 unit) telah tiba dan dioperasikan hingga 11 Juli 2025. Balai Yasa Manggarai juga memodifikasi 93 unit kereta menjadi New Generation per 2 Juli 2025.
“Kami terus menyelaraskan transformasi layanan dengan ekspektasi pelanggan sekaligus mendukung industri perkeretaapian nasional,” kata Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, dalam siaran pers Senin (21/7/25).
Meski kelas bisnis di Jawa dihentikan, KAI tetap melayani layanan bisnis di Sumatera pada KA Sribilah Utama (Medan–Rantauprapat PP) dan KA Sindang Marga (Kertapati–Lubuk Linggau PP).
Untuk momen tertentu seperti libur Natal–Tahun Baru atau Lebaran, operator mempertimbangkan kembali penyediaan kereta bisnis di Pulau Jawa. (AHK)






