Satujuang, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 bertempat di Aloon Aloon kota Blitar, Minggu (1/5/25).
Dalam kegiatan tersebut Guntur Wahono mengikuti rangkaian Upacara mulai dari upacara peringatan Hari Lahir Pancasila serta Kirap Gunungan Lima dan Kenduri Pancasila di Makam Bung Karno.
Usai mengikuti kegiatan Guntur Wahono menyampaikan terima kasih atas semangat yang luar biasa dari pemerintah kota dan Pemerintah Kabupaten yang secara bersama-sama mengadakan peringatan hari lahirnya Pancasila,
“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi daripada Blitar terutama Kota Blitar ini menjadi peringatan tradisi dengan istilah Grebeg Pancasila,” kata Guntur pada awak media.
Lebih lanjut Guntur Wahono mengatakan, ini sebagai wujud syukur atas ide yang luar biasa dari beliau Bung Karno sebagai pencetus ide penggagas sekaligus perumus daripada ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila, yang menjadi perekat persatuan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kami berharap tidak hanya masyarakat Blitar kota kabupaten yang merayakan ini, harapan Kita seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa merayakan hari lahirnya Pancasila secara bersama-sama pada hari ini,” tegasnya.
Guntur Wahono mengimbau kepada pemerintah memberikan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas agar di setiap hari lahirnya Pancasila masyarakat melalui desa-desa kampung kampung kelompok kelompok komunitas, juga bisa merayakan dengan berbagai kegiatan diantaranya upacara, brokohan, selamatan demi keselamatan Bangsa Negara dan rakyat Indonesia.
“Peringatan Pancasila ini tidak sekadar kegiatan kegiatan yang bersifat seremonial tetapi lebih dari itu, bagaimana masyarakat bisa memahami makna isi isi sila-sila kelima yang ada di Pancasila mulai dari sila pertama sampai ke sila ke-5,” paparnya.
Lanjut Guntur Wahono, inti dari Pancasila itu adalah gotong royong, tepo seliro saling memahami saling menyadari dengan memahami, memaknai melaksanakan makna Pancasila dengan baik dan benar maka sebenarnya tidak ada perpecahan, gesekan-gesekan antar kelompok masyarakat.
“Karena kita adalah satu Bangsa Satu Negara Republik Indonesia, ini bisa dimaknai bahwa ini adalah perekat maka kita akan bersama-sama menghadapi rongrongan daripada bangsa-bangsa lain yang ingin memporak porandakan Bangsa kita,” tandasnya.
Terakhir, Pancasila adalah satu satunya alat pemersatu Bangsa dan Pancasila inilah yang bisa menyatukan bangsa, kita paham bahwa negeri kita terdiri dari banyak pulau, banyak bahasa Kalau tidak ada Pancasila tentu seperti negara bubarlah negeri ini.
Semoga sampai seterusnya Pancasila tetap menjadi pedoman bagi bangsa, Ia berharap kepada sahabat pada kawan-kawan semua adik-adik terutama pelajar marilah memahami secara benar dan nyata tentang apa itu Pancasila karena Pancasila ini harus diajarkan kembali di sekolah-sekolah karena dengan adanya pelajaran Pancasila maka anak-anak akan tahu bahwa sebenarnya begitu penting Pancasila ini.
“Dan bagi pemerintah Daerah seluruh Indonesia wajib sebetulnya pelajaran Pancasila ini harus diadakan kembali di sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SLTA,” pungkasnya. (Lina)











