Satujuang, Bengkulu- 4 orang perwakilan massa aksi menyampaikan langsung sejumlah tuntutan kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka usai aksi unjuk rasa di depan Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Selasa (27/5) malam.
Abdullah SH yang diwawancarai media ini menyebut ada 3 isu besar yang mereka sampaikan yakni kelangkaan BBM, kenaikan pajak daerah, dan konflik agraria yang kian mengkhawatirkan di wilayah Bengkulu.
“Persoalan kelangkaan BBM Bengkulu Wapres menyebut akan melakukan langkah cepat suplai dari lubuk Linggau akan ditambah dan membuka 5 SPBU besar yang ada di kota Bengkulu 24 jam,” sampai Abdul, Rabu (28/5/25).
Kemudian pertashop yang ada di Bengkulu juga diminta diaktifkan kembali. TNI dan POLRI diminta untuk melakukan pengawalan pendistribusian BBM melalui jalur darat sehingga proses akan lebih cepat.
Terkait pajak, kata Abdul, Wapres Gibran mengatakan ia menghormati keputusan Gubernur Bengkulu.
“Namun, beliau berkomitmen untuk memfasilitasi ada dialog antara Gubernur Bengkulu dengan mahasiswa dan masyarakat Bengkulu terkait pajak tersebut,” tambahnya.
Hal ini disambut langsung oleh ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, untuk memfasilitasi pertemuan mahasiswa dengan Gubernur Bengkulu.
Kemudian terkait persoalan agraria di provinsi Bengkulu, Abdullah yang merupakan ketua Bidang Agraria Bengkulu mengatakan sudah menyampaikan beberapa konflik agraria baik sektor perkebunan maupun pertambangan kepada Wapres Gibran.
“Kurang lebih ada 180 masyarakat dan petani yang menjadi korban kriminalisasi akibat konflik agraria dan tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang melakukan perambahan terhadap kawasan hutan,” paparnya.
Maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh semua izin perusahaan pertambangan dan perkebunan agar ada kepastian Hukum terhadap penguasaan Tanah.
Terkait isu ini, Abdul menuturkan, Wapres langsung meminta 2 Deputi tinggal terlebih dahulu di Bengkulu untuk segera menyelesaikan permasalahan Agraria tersebut.
“Wapres juga meminta perwakilan mahasiswa menyiapkan tim masing-masing OKP dan BEM untuk terlibat dalam proses tersebut,” pungkasnya. (Red)






