Band Sukatani, Simbol Perlawanan Atas Ketidakadilan

Satujuang, Jakarta – Band Sukatani, grup musik bergender aliran Punk asal Purbalingga, Jawa Tengah ini sempat menggegerkan warganet dan di kalangan musisi Indonesia.

Duo musisi Band Sukatani ini terdiri dari Ovi, yang tampil dengan nama panggung “Twister Angel”, dan AI, yang di kenal sebagai “Alectroguy”.

Lirik-lirik mereka kerap menyuarakan isu-isu sosial, menggambarkan perjuangan kelas pekerja serta menyampaikan kritik tajam terhadap kapitalisme dan ketidakadilan sosial.

Lagu yang sempat viral berjudul “Bayar Bayar Bayar” telah menimbulkan kontroversi karena liriknya yang di anggap menyinggung dan mengkritik Institusi Kepolisian di Indonesia (Polri).

Dan belakangan di ketahui, Band Sukatani akhirnya memilih untuk menarik kembali lagu tersebut dari peredaran.

Kontroversi ini menimbulkan beragam tanggapan dari berbagai pihak. Para penggemar menyesalkan keputusan Band ini untuk menarik lagu tersebut, karena di anggap sebagai upaya membungkam kritik sosial dalam dunia seni dan musik.

Beberapa seniman dan musisi menilai, musik punk seharusnya tetap menjadi sarana untuk menyuarakan ketidakadilan yang ada di tengah masyarakat.

Walau di selimuti kontroversi, Band punk tersebut tampil penuh semangat di depan ratusan penggemar di Gedung Korpri, Jalan dari. Soetomo, Slawi, Kabupaten Tegal pada Minggu malam (23/2/25).

Meskipun mereka tidak membawakan lagu “Bayar Bayar Bayar”, vokalis Novi Citra Indariiyati berhasil mengajak kerumunan untuk bernyanyi bersama.

Pendekatan mereka yang memadukan energi punk dengan nilai sosial yang kuat telah berhasil menarik perhatian banyak pendengar.

Dengan musik yang tajam dan penuh dinamika, Band Sukatani lebih dari sekadar band, mereka sudah menjadi simbol perlawanan terhadap sistem yang ada serta representasi nyata dari upaya menuju perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan setara. (AHK)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *