Satujuang- Sejumlah fisikawan baru-baru ini mengungkapkan bahwa waktu mungkin tidak menjadi elemen fundamental alam semesta, melainkan sebuah ilusi yang muncul dari keterikatan kuantum.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Physical Review A pada 10 Mei, peneliti menemukan petunjuk bahwa waktu dapat dianggap sebagai konsekuensi dari keterikatan antara dua partikel yang berjauhan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam fisika modern, di mana teori-teori terbaik alam semesta seperti mekanika kuantum dan relativitas umum menghadapi tantangan besar dalam menggambarkan sifat waktu secara konsisten.
Para peneliti menggunakan teori mekanisme Page dan Wootters untuk menyelidiki asal-usul waktu dalam konteks kuantum.
Mereka menemukan bahwa waktu tampaknya muncul ketika dua keadaan kuantum terkait, seperti osilator harmonik dan magnet kecil yang bertindak sebagai jam, dihubungkan secara kuantum.
Temuan ini menyarankan bahwa waktu bisa saja menjadi fenomena yang timbul dari keterikatan, bahkan pada skala besar seperti benda-benda makroskopik.
Meskipun ide ini menarik, beberapa fisikawan tetap berhati-hati. Mereka mengakui bahwa konsep waktu sebagai hasil dari keterikatan kuantum belum diuji secara eksperimental dan memerlukan lebih banyak penelitian untuk menguji validitasnya.
Namun demikian, pendekatan ini menawarkan jalan baru untuk memahami sifat waktu dari sudut pandang mekanika kuantum, menyoroti pentingnya membangun teori waktu dari dasar yang berbeda dari pendekatan konvensional.(Red/CNN)






