Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu Minta APH Tingkatkan Pengawasan

Bengkulu – Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, dorong aparat penegak hukum tingkatkan pengawasan keluar masuk barang di Bengkulu.

“Tingginya peredaran bisa disimpulkan karena lengahnya pengawasan pintu masuk ke daerah ini. Ini tugas bersama baik BNN maupun Bea Cukai memperketat pengawasan peredaran Narkoba,” kata Dempo, Sabtu (4/6/23).

Penyelundupan Narkoba yang berhasil masuk ke Bengkulu diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding keberhasilan aparat membongkar kasus-kasus seperti ini.

Karena itu, kata Dempo, harus ada pengetatan keluar masuk barang khususnya di wilayah bandar udara, pelabuhan, maupun jalur darat.

Selain itu peran keluarga dan lingkungan satuan pendidikan mengedukasi dampak bahaya dari Narkoba sampai ke kalangan rentan juga diperlukan.

Diterangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Tjatur Abrianto, hingga Mei ini kasus pemakai Narkoba di Provinsi Bengkulu meningkat dibanding tahun 2022.

Kata dia, pengguna barang haram ini dikonsumsi dari berbagai kalangan baik dari kalangan pelajar, pengusaha, birokrat, hingga anggota legislatif, dan TNI Polri.

Untuk kasus paling banyak ditemukan di Kota Bengkulu, disebutkan Tjatur, Narkoba diselundupkan melalui perbatasan Rejang Lebong. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *