Kaur – Bencana alam di Desa Durian Besar, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur telah menjadi masalah yang serius.
Setiap kali hujan turun, tanah longsor terus-menerus mengikis tanah menyebabkan longsor dan membahayakan pemukiman warga serta jalan kabupaten.
“Saya khawatir atas kondisi ini dan berharap pejabat pemerintahan dapat memberikan solusi,” ujar Kepala Desa (Kades) Durian Besar, Kismirwan kepada awak media saat evaluasi daerah terdampak longsor di Desa Durian Besar, Senin (26/6/23).
Dijelaskan Kades, longsor yang mengancam pemukiman warga dan jalan kabupaten sudah berlangsung cukup lama.
Kades berharap ada langkah-langkah antisipatif seperti memasang tanggul, crucuk, atau pasak bumi perlu dilakukan untuk melindungi pemukiman warga dan jalan kabupaten.
“Tindakan ini akan menjadi upaya penyelamatan dari pemerintah provinsi atau kabupaten,” imbuh Kades.
Kades menambahkan, bahwa saat musim hujan tiba, risiko longsor semakin meningkat, yang berdampak pada penyempitan jalan kabupaten dan ancaman terhadap pemukiman warga.
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sistem drainase yang efektif. Terutama di lima desa di wilayah Luas, air hujan pasti akan mengalir ke Desa Durian Besar.
“Saya berharap bahwa Pemerintah Provinsi khususnya balai 7, melalui kunjungan ini akan berupaya menyelamatkan pemukiman tersebut,” ujar Camat Luas, Ujang menambahkan.
Diterangkan Camat, jika masalah ini tidak segera ditangani, pemukiman warga di Desa Durian Besar akan terancam oleh longsor.
Adapun turut hadir dalam evaluasi daerah longsor yaitu Kades dari seluruh kecamatan Luas, Tim Balai 7 beserta rombongan, serta BPBD dan rombongan dari PUPR Kabupaten Kaur.(nt/tas)






