Bengkulu Selatan – Sejak pandemi covid 19 melanda, anggaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan (Pemkab BS) berkurang lebih dari 100 miliar.
“Dulu anggaran Bengkulu Selatan adalah 1,1 triliun, sekarang hanya lebih kurang 900 miliar, oleh sebab itu penting agar masyarakat mengetahui secara jelas bahwa kuantitas pembangunan terkhusus di bidang infrastruktur juga berkurang,” ujar Bupati BS Gusnan Mulyadi, Rabu (15/2/23).
Konsentrasi pemerintah pada penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi pasca pandemi mengharuskan Pemerintah mangambil kebijakan dengan mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur.
“Oleh sebab itu agar jajaran pemerintahan sampai dengan ke Desa untuk dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hal tersebut,” sampai Gusnan.
Kepala Bappeda Litbang Bengkulu Selatan Fikri Aljauhari mengatakan bahwa di 2023 sudah ada dialokasikan dana untuk kelurahan.
Saat ini pihak Bappeda sudah melakukan inisiasi melalui rapat dengan forum kelurahan.
Di masing-masing kelurahan dialokasikan dana sebesar 200 juta, sehingga total dana kelurahan di Bengkulu Selatan adalah sebesar 3,2 miliar untuk 16 Kelurahan se Kabupaten Bengkulu Selatan.
Terkait dengan dana kelurahan, Bupati berpesan agar pengelolaan dana tersebut dipergunakan sebaik mungkin demi kepentingan masyarakat di kelurahan.
Rata-rata permasalahan yang sering terjadi diwilayah kota dan kelurahan adalah yang berkaitan dengan penanganan sampah.
Lebih lanjut Bupati meminta agar sebagian dana kelurahan tersebut dipergunakan untuk penanganan dan pengelolaan sampah.
Beliau meminta agar hal tersebut menjadi prioritas di setiap kelurahan.
“Melalui dana tersebut kita bisa berdayakan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah, alokasikan sebesar 50 juta untuk pengadaan 2 unit motor roda tiga serta pemberdayaan masyarakat sebagai pengangkut sampah,” pesan Gusnan, (Adv/red)







Komentar