Malang – Manajemen Arema FC dan Aremania gelar doa dan tahlil bersama untuk memperingati 100 hari Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia terjadi di stadion kanjuruhan Kepanjen kabupaten Malang 1 Oktober 2022 lalu, yang menelan korban 135 orang meninggal dunia.
Acara doa dan tahlilan itu dilakukan di halaman parkiran Stadion Kanjuruhan, yang juga di hadiri oleh keluarga korban, aremania, pihak kepolisian dan TNI pada malam hari Senin (9/1/23).
Menurut Yoyok, aremania asal Lamongan, ia datang ke Malang untuk mendoa kan 100 hari temanya yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan.
“Semoga kegiatan tahlil dan doa bersama berjalan dengan lancar. Dan tentu saja doa kita kepada arwah para korban Tragedi Kanjuruhan bisa tersampaikan” ujar Yoyok.
Dirinya juga menambahkan bahwa seluruh yang hadir tetap menyuarakan agar adanya keadilan untuk korban tak bersalah yang meninggal dunia saat kejadian. (nt/dws)











