Malang – Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) berupaya untuk melepaskan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial.
Program ini juga bertujuan untuk melakukan pemberdayaan sosial dengan meningkatkan kemandirian sosial ekonomi fakir miskin, kelompok rentan dan orang tidak mampu.
Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri Serah Terima Tahap 1 Program PENA dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Malang Rayadi Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (23/12/22).
Penyerahan bantuan tahap I ini dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini.
Selain itu, turut hadir Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Doni Primanto Juwono,Anggota Komisi XI DPR RI Ir. Andreas Eddy Susetyo, M.M, Jajaran pejabat eselon 1 di Lingkungan Kementerian Sosial.
Turut hadir juga Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Jajaran kepala OPD Kabupaten Malang serta Para penerima bantuan.
Kementerian Sosial Republik Indonesia berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi kemiskinan ekstreem dengan progam-program pemberdayaan, salah satunya adalah Pahlawan Ekonomi Nusantara.
Integrasi melalui tiga fase, yaitu pemulihan sosial, fase transisi, dan fase pengembangan, diharapkan mampu untuk mewujudkan percepatan penghapusan kemiskinan ekstreem tahun 2024.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam setiap era pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah bersama masyarakat, terdapat beberapa sektor yang senantiasa mendapat perhatian penuh dari semua pihak.
Salah satunya adalah terkait dengan permasalahan sosial, yang juga berkorelasi langsung dengan tingkat kesejahteraan dan angka kemiskinan.
Berkaitan dengan hal tersebut, sekaligus dalam rangka menanggulangi masalah kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Maka Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menginisiasi lahirnya beberapa program pengentasan kemiskinan, di mana salah satunya yakni program Pahlawan Ekonomi Nusantara atau PENA.
Pemerintah Kabupaten Malang tentunya menyambut antusias dan akan siap untuk mendukung, karena program PENA ini merupakan salah satu terobosan strategis dalam upaya intervensi penanganan kemiskinan ekstrem.
Yang juga diintegrasikan dengan beberapa program pemberdayaan lainnya, seperti program bantuan sosial, maupun Program Keluarga Harapan atau PKH.
Melalui penyerahan bantuan program PENA ini diharapkan dapat menjadi stimulus dengan upaya pemberdayaan yang berkelanjutan, agar produktivitas rumah tangga yang masuk kategori kemiskinan ektrem.
“Nantinya dapat meningkat, kemandirian dapat tercapai, sehingga secara bertahap taraf perekonomiannya juga akan bertumbuh,” kata Bupati Malang.
Mensos Tri Rismaharini menambahkan kegiatan ini merupakan sinergi DPR dalam hal ini Andreas Eddy Susetyo, Kemensos dan Bank Indonesia.
“Misinya sama yaitu untuk mensejahterakan rakyat. Melalui sinergi ini diharapkan akan mempercepat pencapaian target Indonesia keluar dari kemiskinan ekstrem pada 2024.” ucap Risma
Sebagai informasi, penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ibu sumiyati, dari Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, dengan jenis usaha warung sembako dengan bantuan yang diterima senilai Rp9.925.500.
Lalu ibu Farida, dari Kecamatan Junrejo Kota Batu dengan jenis usaha ternak burung kenari, dengan nilai bantuan Rp5.000.000.
Kemudian ibu Suyanti, dari Kecamatan Sukun Kota Malang, dengan jenis usaha warung sembako, Ibu Misamah, dari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, dengan jenis usaha warung makan Rp7.730.000.
Jumlah bantuan untuk program sosial Bank Indonesia dalam Program peningkatan kapasitas ekonomi dan umkm di malang raya senilai Rp3. 735.091.500.
Jumlah ini untuk 444 keluarga penerima manfaat dan Bantuan dari kementerian sosial untuk program rumah sejahtera terpadu dalam pengentasan kemiskinan ekstreem senilai 2 miliar rupiah. (red/dws).






