Warga Sakit di Pulau Enggano Belum Juga di Berangkatkan ke Bengkulu, Tiket Pesawat Habis

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- 3 orang warga pulau Enggano yang dikabarkan membutuhkan penanganan medis serius di rumah sakit saat ini belum juga diberangkatkan ke Bengkulu, Senin (2/6/25).

Salah satu warga sakit tersebut kabarnya sudah berupaya agar bisa segera ke Bengkulu dengan mendatangi bandara pesawat perintis setempat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Sudah ada upaya permintaan penambahan jam terbang, namun belum ada jawaban dari pihak Susi Air. Yang jelas saat ini orang itu belum dibawa ke Bengkulu,” ungkap salah seorang perangkat desa Meok.

Dijelaskannya, warga yang sakit sudah diupayakan dirawat di Puskesmas setempat. Saat ini 1 orang pulang dan dirawat dirumah, warga yang sempat dirawat di rumah bidan pun juga sudah pulang ke rumah. Demikian juga warga sakit yang ke 3 juga demikian.

Bila melihat dari kondisi penyakitnya, ia mengatakan, ke 3 warga tersebut mesti dibawa segera untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan yang ada di kota Bengkulu.

“Salah satu pasien bahkan sudah berulang kali ke bandara. Namun, kursi selalu full dan tidak ada yang mau mengalah,” paparnya.

Menurut penelusuran media ini, penerbangan Susi Air dari Enggano menuju Bengkulu melalui situs traveloka, baru tersedia untuk tanggal 25 Juni 2025, selebihnya sudah full.

Terlalu lama jika harus menunggu kursi pesawat tersedia untuk membawa mereka ke Bengkulu. Satu diantaranya juga sudah mendapatkan surat rujukan tertanggal 2 Juni 2025 yang ditandatangani dr Riske Yolanda Putri.

Warga memilih jalur penerbangan dikarenakan transportasi menggunakan jalur laut saat ini sedang terkendala. Baik karena pendangkalan alur maupun cuaca yang kabarnya sedang tidak bersahabat.

Kondisi cuaca yang tak bersahabat telah menghentikan operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Pulo Tello selama dua pekan terakhir seperti yang diungkapkan oleh Kepala Supervisi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bengkulu, Radmiadi.

“Sudah dua minggu KMP Pulo Tello tidak bisa berlayar akibat zona merah atau badai seperti yang ditetapkan BMKG. Kami tidak bisa ambil risiko untuk berlayar melayani masyarakat,” ujarnya dikutip dari Kompas.

Hingga saat ini, warga pulau Enggano hanya bisa bertahan dan berharap ada langkah cepat yang diambil pemerintah untuk menghadapi situasi krisis yang sedang mereka alami. (Red)