Satujuang, Bengkulu – Wakil Ketua 3 DPRD Provinsi Bengkulu, Agus Riyadi S.Si M.Si, nyatakan siap menampung aspirasi para pendemo yang melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (24/2/25).
Sebagai satu-satunya dewan yang ngantor hari ini, diketahui Agus sempat menemui para demonstran sebanyak 2 kali.
Agus berharap para demonstran melakukan aksi dengan tertib agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya berharap massa bisa melakukan aksi demontrasi yang tertib,” sampai Agus.
Selain itu, Agus juga meminta kepada pihak aparat yang melakukan pengamana aksi untuk menyikapi para demonstran secara kekeluargaan.
Serta menjaga agar demonstrasi tidak menimbulkan situasi dan kondisi yang membahayakan untuk kedua belah pihak.
“Saya secara pribadi siap menerima dan menampung aspirasi dari mahasiswa untuk bisa saya sampaikan ke lembaga,” imbuhnya.
Seperti diketahui, gabungan Mahasiswa, OKP dan Masyarakat dengan nama Aliansi Bumi Rafflesia Melawan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.
Sempat terjadi ketegangan antara pihak mahasiswa dan aparat yang melakukan pengamanan aksi.
Unjuk rasa sempat ricuh, diwarnai dengan pemukulan dan pelemparan batu dari para demonstran kepada para Polisi yang mengamankan serta aksi kejar-kejaran.
Informasi terhimpun ada 9 point tuntutan masa yang terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa ini, yakni:
- Menuntut pemerintah untuk merevisi Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025,
- Mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset,
- Mendesak pmerintah untuk mengevaluasi kinerja Polri,
- Menolak RUU TNI/Polri,
- Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi progam MBG,
- Menolak pencabutan status honorer,
- Menolak UU Minerba,
- Mendesak pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati sert meninjau PSN yang bermasalah,
- Menolak segala bentuk aktivitas pertambangan, perkebunan, yang mewujudkan deforestasi.
Dalam aksinya massa juga sempat meneriakkan terkait nama Bumi Rafflesia dan Bumi Merah Putih yang sedang viral saat ini di Bengkulu. (Red)
