Massa Demonstrasi Paksa Masuk ke Ruang Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Teriakkan Revolusi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Ratusan mahasiswa massa aksi demonstrasi Aliansi Bumi Rafflesia Melawan akhirnya berhasil masuk ke lingkungan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (24/2/25).

Sebelumnya sempat terjadi aksi kericuhan antara para mahasiswa dengan pihak Kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi.

Masa memaksa masuk ke halaman kantor melalui pintu gerbang dengan membenturkan mobil komando mereka ke pintu pagar.

Aksi dorong-dorongan tak terelakkan, hingga aksi pelemparan batu dari para mahasiswa sempat terjadi.

Pihak kepolisian sempat berhasil memukul mundur dengan menyeprotkan air dan penjagaan ketat, anjing penjaga pihak Kepolisian bahkan diturunkan dalam pengamanan ini.

Namun akhirnya mahasiswa tetap bisa masuk melalui salah satu pagar kantor DPRD yang mereka rusak.

Negosiasi antara pihak TNI dan Kepolisian yang melakukan pengamanan dengan para mahasiswa sempat terjadi dan berjalan alot.

Akan tetapi, mahasiswa tetap bertahan dan memaksa masuk ke dalam ruang paripurna DPRD Provinsi, mereka duduk didepan pintu ruangan.

Massa sempat ditemui satu-satunya anggota dewan yang ada di Kantor DPRD yakni Wakil Ketua III, Agusriyadi, namun nampaknya tidak ketemu kata sekapat.

Pasca ditinggal pergi Agusriyadi, emosi massa kembali memuncak dan memaksa untuk masuk ke ruang Paripurna. Massa akhirnya dipukul mundur.

Kericuhan kembali terjadi, aksi lempat batu dari massa aksi tak terelakkan.

Beberapa orang dikabarkan mengalami sejumlah luka pada kericuhan kali ini.

Pihak Kepolisian mengambil tindakan tegas hingga akhrinya massa kembali dipukul mundur keluar pagar kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Hingga saat ini, Pukul 19.00 WIB, massa masih terlihat bertahan didepan kantor DPRD. (Red)