Satujuang, Sukabumi – Viral di media sosial perusakan Gereja Kristen yang terjadi di Kampung Tangkil RT 04/01, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Sabtu (28/6).
Kejadian perusakan gereja ini pertama kali mencuat lewat unggahan di instagram yang merekam kerusakan pada kayu Salib dan papan nama tempat ibadah tersebut.
Anwar Abbas, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini.
“Saya berharap masyarakat jangan terpancing provokasi,” ujarnya, Minggu (29/6/25).
Terkait tata kelola pendirian rumah ibadah, Anwar mengingatkan keberlakuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.
“SKB ini dibuat untuk menjaga kerukunan umat beragama. Saya optimis regulasi tersebut akan membantu penyelesaian masalah,” tambahnya.
Politikus Guntur Romli turut mengecam aksi perusakan yang menurutnya mengancam keharmonisan antar‑umat beragama.
Ia menyesalkan pemanfaatan simbol salib oleh sekelompok massa untuk melakukan vandalisme.
“Bayangkan jika simbol ‘Allah’ yang dicabut lalu dipakai merusak pasti umat Islam akan tersinggung,” katanya.
Guntur menuntut penegak hukum segera menangkap pelaku dan menegaskan bahwa praktik ibadah di Indonesia seharusnya tidak dibatasi perizinan.
“Jika ada kendala administratif, mestinya masyarakat sekitar memediasi, bukan melarang atau menghancurkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa toleransi adalah fondasi persatuan bangsa, dan tindakan intoleran semacam ini mustahil dibiarkan berkembang. (AHK)












Mau dibuat ibadah apa salahnya
Buat gereja apa salahnya
Ngaku punya agama tapi kelakuan PKI