Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di Kedubes AS Jakarta, Tuntut Hentikan Dukungan untuk Israel

Satujuang, Jakarta – Ribuan massa gelar aksi damai di depan Kedubes (Kedutaan Besar) Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/25).

Demonstran yang menamakan dirinya dari Komunitas Pecinta Al Quran, menuntut pemerintah AS menghentikan dukungannya kepada Israel yang dituduh melakukan genosida di Gaza, Palestina.

KH Itang Rusmana, Ketua Komunitas Pecinta Al‑Qur’an Bela Palestina, menyoroti tingginya jumlah korban sipil, termasuk para penghafal dan pembaca Al‑Qur’an, akibat konflik yang terus berlanjut.

“Kami tidak akan tinggal diam menyaksikan pembantaian di Gaza. Sekecil apa pun upaya kami, akan kami lakukan demi saudara‑saudara kita di sana,” tegas Itang.

Selain menyerukan penghentian kekerasan, Itang juga meminta komunitas internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan krisis kemanusiaan.

Ia menambahkan, penutupan pintu perbatasan selama tiga bulan terakhir telah menyebabkan kelaparan massal di wilayah Palestina.

“Rumah‑rumah baca Al‑Qur’an siap berkolaborasi untuk memberikan dukungan baik melalui doa, bantuan logistik, maupun kampanye boikot produk yang mendukung penjajahan,” ujar Itang.

Ia menegaskan, serangkaian aksi serupa akan terus digelar selama penjajahan masih berlangsung.

Sebagai negara yang pernah merasakan pahitnya penjajahan, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk membela kemerdekaan Palestina.

UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Buya Husein, menyebut sekitar 2.000 orang dari Jabodetabek ikut serta dalam aksi tersebut.

“Dukungan ini bukan hanya dari komunitas Al‑Qur’an, melainkan seluruh lapisan masyarakat yang merasakan tanggung jawab kemanusiaan, khususnya umat Islam,” kata Husein.

Husein juga mengimbau Presiden RI Prabowo Subianto untuk merespons seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

“Bantuan pangan dan medis penting, namun yang sangat dibutuhkan saat ini adalah kehadiran pasukan perdamaian agar agresi Zionis Israel yang didukung AS—dapat dihentikan,” ujarnya.

Lebih jauh, FPI juga mendorong agar DPR RI mendukung langkah pengiriman kontingen perdamaian tersebut.

Sepanjang ini, bantuan Indonesia terbatas pada logistik; kehadiran pasukan perdamaian belum pernah direalisasikan.

“Kami berharap inisiatif ini segera terwujud demi keselamatan warga sipil Palestina,” tutup Husein. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *