Pemko Batam Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD dengan Asesmen Formatif dan Sumatif

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Batam- Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini dengan membekali ratusan guru PAUD pemahaman dan keterampilan dalam asesmen formatif dan sumatif.

Kegiatan peningkatan kompetensi ini berlangsung di Golden View Hotel pada Rabu (15/4/26).

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah membuka acara tersebut, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Firmansyah menegaskan bahwa pendidikan usia dini berperan krusial dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.

“Fondasi kualitas pendidikan dimulai dari jenjang PAUD. Di sinilah anak-anak belajar cara belajar yang baik, sekaligus membangun moral dan etika. Peran tersebut sangat ditentukan oleh para guru PAUD,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah.

Ia menambahkan, masa depan anak-anak bangsa sangat bergantung pada peran dan dedikasi para pendidik di tingkat dasar tersebut.

Firmansyah juga menyinggung pentingnya pendidikan sejak dini dalam perspektif keagamaan, yang menurutnya dimulai sejak dalam kandungan.

Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan ilmu yang disampaikan narasumber secara optimal.

“Kami berharap para narasumber dapat memberikan bekal ilmu terbaik untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD,” kata Firmansyah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Selain itu, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kapasitas guru PAUD dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus atau inklusi.

“Asesmen formatif dan sumatif merupakan bagian penting untuk mengetahui perkembangan anak secara menyeluruh. Guru PAUD juga dituntut memiliki kompetensi dalam memberikan layanan bagi anak inklusif,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan.

Sebanyak 206 guru PAUD se-Kota Batam mengikuti kegiatan yang dibagi menjadi dua sesi pelatihan.

Sesi tersebut meliputi pelatihan penggunaan asesmen formatif dan sumatif, serta peningkatan kapasitas guru dalam mendampingi anak inklusif. (NIP)