Pelaku Pemukulan Brutal Jukir Saimen Akhirnya Ditangkap Polisi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Pelaku pemukulan brutal terhadap juru parkir (Jukir) RM Saimen, akhirnya ditahan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ratu Samban.

Terduga pelaku, bernama Budi, dilaporkan menghantam wajah korban dengan kunci roda hingga bersimbah darah.

“Ya, sudah kami tahan hari ini. Terduga pelaku satu orang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Ratu Samban, IPDA Wiyadi SH saat dikonfirmasi, Sabtu (17/5/25).

Penahanan pelaku pemukulan mendapat apresiasi dari Direktur Investigasi CIC, Gunawan Soleh. Namun ia menekankan bahwa tindakan aparat jangan hanya reaktif setelah kejadian berdarah.

“Ini bukan kasus besar, tapi jelas berdarah. Harus ada hukuman yang setimpal. Jangan beri ruang untuk premanisme tumbuh,” tegas Gunawan.

Ia menyebut korban adalah masyarakat kecil yang hidup dari uang receh parkir, dan negara wajib hadir melindungi mereka dari ancaman dan kekerasan.

Gunawan berharap penangkapan ini menjadi sebuah peringatan kepada pihak-pihak yang suka menunjukkan sikap premanisme di tengah masyarakat.

“Polri harus benar-benar menjalankan prinsip Presisi: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Supaya masyarakat merasa aman saat mencari nafkah, bukan malah diteror,” pungkasnya.

Akar masalah kekerasan itu dipicu oleh persoalan remeh, yakni uang parkir.

Menurut korban, Susilo, sejumlah konsumen yang memarkir kendaraan di lahan RM Saimen sering berbelanja di Syarah Bakery.

Karena kendaraan berada di area yang ia jaga, maka uang parkir dibayar kepadanya. Namun, hal ini nampaknya memicu ketidaksenangan dari pihak Jukir Syarah Bakery, yang merasa berhak atas pembayaran parkir tersebut.

“Awalnya soal uang parkir. Mereka tidak terima konsumen mereka bayar ke saya, padahal kendaraannya parkir di wilayah saya,” terang Susilo, saat diwawancarai usai kejadian pada Sabtu (26/4) lalu.

Ketegangan antara kedua pihak bukan hal baru. Susilo mengaku sudah beberapa kali diancam, bahkan sempat merekam salah satu ancaman pembunuhan terhadap dirinya.

Pada Sabtu sore (26/4), sekitar pukul 17.00 WIB, tiga orang mendatanginya saat pergantian siff. Dalam cekcok yang terjadi, Budi langsung memukul wajah Susilo dengan kunci roda. Korban langsung tumbang bersimbah darah.

Beruntungnya, saat kejadian ada rekan korban sesama jukir yakni Hidayat sudah berada di lokasi. Sehingga Susilo bisa diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit dengan segera.

“Saya langsung pisahkan dan bawa Pak Susilo ke rumah sakit, lalu kami lapor ke Polsek,” kata Hidayat, rekan korban. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *