Satujuang, Batam- Sekda Kota Batam Firmansyah menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak pengungsi luar negeri di wilayah tersebut.
Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Amsakar Achmad, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi Penanganan Pengungsi Luar Negeri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/26).
Firmansyah menjelaskan bahwa saat ini 67 anak pengungsi telah mengecap pendidikan formal dan 38 anak lainnya menjalani program persiapan sekolah.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak belajarnya selama berada di sini,” jelas Firmansyah.
Selain itu, anak-anak pengungsi berkebutuhan khusus juga telah difasilitasi untuk belajar di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).
Terkait jumlah, Batam menampung total 359 pengungsi di bawah pendampingan International Organization for Migration (IOM).
Mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan sebanyak 227 jiwa, diikuti Sudan 84 jiwa, dan Somalia 20 jiwa, serta beberapa negara lainnya.
Mengingat posisi Batam sebagai wilayah perbatasan dan Kawasan Strategis Nasional, Firmansyah mengakui adanya tantangan kompleks dalam isu lintas negara.
“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional seperti IOM terus diperketat,” ujarnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi prioritas melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang memberikan layanan kepada para pengungsi.
“Upaya ini adalah bentuk kehadiran negara,” tegas Firmansyah.
Ia memastikan pengungsi, terutama anak-anak, mendapatkan perlindungan dan layanan dasar yang layak serta manusiawi selama mereka berada di Batam.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri secara daring dan luring oleh perwakilan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Satgas PPLN, serta berbagai badan dunia terkait. (NIP)
