Satujuang, Jakarta – Kabid (Kepala Bidang) Pelayanan Donor Darah, Ferry M.Pd membuka Educare PMI Jakarta Barat di Jalan Perdana No.12, Wijaya Kusuma, Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat, Kamis (20/2/25).
Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya donor darah, PMI Jakarta Barat menggelar acara edukasi yang di hadiri oleh siswa-siswi SMA dan SMK se-Jakarta Barat.
Kegiatan yang di selenggarakan di Markas PMI Jakarta Barat ini menjadi momentum penting untuk membangun budaya donor darah sejak dini, mengingat setiap hari ribuan nyawa di Indonesia sangat bergantung pada ketersediaan darah yang berasal dari donatur darah sukarela.
Donor Darah Wujud Kepedulian
Acara tersebut di buka secara resmi oleh Ferry M.Pd, Kepala Bidang Pelayanan Donor Darah PMI. Ia menyampaikan bahwa donor darah bukan hanya sebuah tindakan mulia, melainkan juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Kita harus memahami bahwa donor darah memiliki manfaat ganda, baik untuk penerima transfusi yang membutuhkan, maupun bagi kesehatan pendonornya sendiri,” ujar Ferry dalam sambutannya, Kamis (20/2).
Acara sosialisasi ini turut di hadiri oleh H. Ujang Sungkawa, Sekretaris PMI Jakarta Barat, dan Dr. Dede dari Unit Donor Darah (UDD) yang memberikan penjelasan mendalam mengenai manfaat kesehatan dari donor darah.
Kesehatan Jantung
Dr. Dede menekankan bahwa donor darah secara rutin dapat membantu memperbarui sel darah merah, menjaga kesehatan jantung, serta berperan sebagai pemeriksaan kesehatan dini.
“Setiap proses donor darah di lengkapi dengan pemeriksaan kesehatan yang dapat mendeteksi kondisi medis tertentu secara dini, sehingga pendonor pun mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatannya sendiri,” jelas Dr. Dede.
Lebih jauh, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapan mental dan fisik sebelum menjalani proses donor darah.
Para narasumber mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi donor sesaat, melainkan menjadikan donor darah sebagai sebuah budaya kepedulian yang terus berkembang.
Kegiatan ini di rancang interaktif dengan sesi tanya jawab, simulasi donor, serta pemutaran video edukasi yang menggugah semangat kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Tanamkan Nilai Solidaritas
Sementara itu, H. Ujang Sungkawa juga menekankan bahwa peran para siswa dan siswi sebagai agen perubahan sangat vital dalam menanamkan nilai solidaritas.
“Kepedulian kita terhadap sesama harus dimulai dari diri kita sendiri. Dengan donor darah, kita tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan contoh positif bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Acara edukasi donor darah di Jakarta Barat ini di harapkan dapat menginspirasi para pelajar untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (AHK)
