Handri Kristanto : Lomba Adzan Latih Mental Anak Berani Menjadi yang Terbaik dan Berkarakter

Kapolsek Candisari IPTU Handri Kristanto dan anggota berfoto bersama peserta lomba Adzan dalam rangka memeringati HUT Bhayangkara ke-76.

Semarang – Lomba Adzan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP digelar Polsek Candisari dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-76 di Masjid Miftakhul Iman, Kelurahan Wonotingal, Semarang.

Ustadz Muhammad Iliyyin, ustadz Nurrohman Alkhafidz dan ustadz Samsudin yang menjadi tim juri penilai pada lomba Adzan tersebut mengumumkan tiga pemenang dari masing – masing kategori SD dan SMP, Senin (20/6/22).

Lomba Adzan yang digelar jajaran Polsek Candisari diikuti oleh 13 peserta mewakili 7 Kelurahan yang ada di Kecamatan Candisari yang sebelumnya telah dilakukan seleksi oleh Bhabinkamtibmas masing – masing kelurahan.

Adapun pemenang lomba Adzan tingkat SD, adalah :

  1. Juara 1 Raehan Zhafif Arfano, Kelurahan Jomblang
  2. Juara 2 Alfino Sinatriya Handa, Kelurahan Wonotingal
  3. Juara 3 Finza Saputra Khoirul Insani, Kelurahan Karanganyar Gunung

Pemenang lomba Adzan tingkat SMP :

  1. Juara 1 Muhammad Ardi, Kelurahan Jomblang
  2. Juara 2 Ifander Surya N. Kelurahan Kaliwiru
  3. Juara 3 Farel Ridho Setiawan Kelurahan Wonotingal.

Muhammad Ardi, juara 1 tingkat SMP merasa senang dengan adanya lomba Adzan yang diadakan oleh Polsek Candisari, dan ingin menjadi lebih baik dan lebih maju lagi dalam mengembangkan kemampuan untuk menjadi Muadzin di masjid yang dekat dengan rumahnya.

Baca Juga :  Pelaku Penodongan Pemilik Toko Dengan Pistol Tertangkap

“Setelah menjadi juara satu, saya ingin menjadi lebih baik dan maju. Serta ingin menjadi Muadzin di masjid dekat rumah,” kata Ardi siswa kelas satu di SMP Negeri 37 Semarang yang bercita – cita ingin menjadi seorang Habaib.

Senada dengan Ardi, Raehan Zhafif Arfano siswa kelas 6 SD Negeri Lamper Kidul 02 yang juga wakil Kelurahan Jomblang sebagai pemenang juara 1 katagori tingkat SD, mengungkapkan keinginannya untuk bisa menjadi Bilal di masjid dekat tempat tinggalnya.

“Ya semoga bisa menjadi Bilal di masjid,” ungkap Raehan yang bercita – cita menjadi pemain bulutangkis handal.

Sementara itu, Panitia lomba Adzan yang juga ketua Takmir Masjid Miftakhul Iman Kagok, Wonotingal, ustadz Syamsudin mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya lomba Adzan.

Baca Juga :  Kasdam IV/Diponegoro Canangkan Kampung Pancasila di Blora

Ia juga mengatakan sebenarnya banyak peminat yang ingin mengikuti lomba yang diinisiasi oleh Polsek Candisari dalam rangka memeringati HUT Bhayangkara ke-76.

“Alhamdulillah, apresiasi dari masyarakat sangat luar biasa, banyak yang ingin mendaftarkan diri, namun masing-masing kelurahan mengirim peserta lomba diambil yang terbaik saja,” tutur Syamsudin usai memandu acara lomba Adzan.

Dikatakan Syamsudin, banyak anak – anak yang mendaftarkan diri meskipun tidak masuk nominasi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai niat luar biasa untuk mendidik anak – anak bisa melantunkan adzan dengan baik.

Dirinya tak memungkiri jika saat ini banyak masjid dan mushala yang mengumandangkan adzan banyak yang sudah berusia lanjut.

“Kami ingin mencetak generasi muda kedepan supaya dalam lantunan adzan ini bisa menjadi indah didengar masyarakat dan dapat menggerakkan hati sehingga Allah akan memberikan hidayah di masyarakat dan menjadikan kampung santri, yang munawaroh dan bercahaya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disiplinkan Prokes, Satgas Covid Demak Terus Gelar Operasi Yustisi

Selanjutnya, kedepan dirinya akan berusaha mengorbitkan anak – anak ini untuk menjadi lebih baik sesuai harapan pemerintah dalam hal ini Polri yang membutuhkan anak – anak yang hafiz Quran.

Kapolsek Candisari, IPTU Handri Kristanto, SH MH berharap dengan adanya lomba Adzan ini, masyarakat dan ulama untuk dapat memberikan support kepada anak-anak.

Sehingga anak-anak dapat terlatih mentalnya menjadi berani tampil sebagai Muadzin yang baik.

“Dari Bhabin nanti akan meminta kepada takmir untuk bisa memberikan kesempatan kepada anak – anak pemenang lomba Adzan ini untuk melatih diri, melatih mental dengan berani mengumandangkan Adzan di masjid atau mushala,” kata Handri.

Menurut Handri, anak – anak adalah merupakan aset yang harus selalu diberikan support dan kesempatan dalam mengembangkan kemampuan diri untuk berani tampil menjadi yang terbaik dan berkarakter positif. (had)