Satujuang, Majalengka- Kabupaten Majalengka berkomitmen memperkuat ketahanan pangan lokal melalui program swasembada tebu, jagung, dan padi yang melibatkan berbagai pihak.
“Program swasembada pangan di Republik Indonesia ini merupakan program luar biasa dan harus kita dukung bersama-sama,” jelas Gatot Sulaeman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Majalengka, Jawa Barat, di Bandung, (29/1/26).
“Kami di Kabupaten Majalengka menyatakan komitmen bersama untuk turut berkontribusi dan menyukseskan ketahanan pangan,” lanjut Gatot.
Gatot menyebut langkah ini melibatkan para penyuluh pertanian, pemangku kepentingan, petani, dan seluruh pihak terkait lainnya.
Terkait hal tersebut, pada tahun 2025, Majalengka berhasil mencapai target bongkar ratoon tebu seluas 1.000 hektar.
Pada Januari 2026, target distribusi bibit tebu dan perluasan lahan tebu di Majalengka mencapai total 2.200 hektar, meliputi 1.000 hektar bongkar ratoon tebu dan 1.200 hektar perluasan lahan.
Selain itu, produksi jagung di Kabupaten Majalengka pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Capaiannya mencapai 133.839 ton dari areal seluas 18.456 hektar.
Sementara itu, produksi padi pada tahun 2025 juga mencapai sekitar 600 ribu ton. Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) saat ini tercatat 30.996 hektar.
Rencananya, luas ini akan ditingkatkan menjadi 37.000 hektar dalam tata ruang Majalengka.
“Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama mencapai target swasembada pangan, khususnya Tebu, Jagung, dan Padi sebagai pondasi ketahanan pangan nasional,” pungkas Gatot.
Komitmen ini melibatkan para penyuluh dan pemangku kepentingan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Adari)











