Pesawat Latih Jatuh di Ciampea Bogor, 1 Korban Tewas

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bogor – Pesawat latih yang dioperasikan Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) jatuh di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/25).

Insiden terjadi di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Benteng, ketika pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan kode registrasi PK-S126 tiba-tiba bermanuver dan terjun bebas ke tanah.

Dari 2 penumpang, Marsma TNI Fajar Adriyanto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, dinyatakan meninggal dunia.

Seorang penumpang lainnya mengalami luka serius dan saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas medis terdekat.

Seorang saksi mata, Enjat, menyebutkan bahwa alih-alih terbang stabil, pesawat sempat menukik dengan sudut tajam.

“Awalnya normal, lalu miring dan coba naik kembali, tapi langsung jatuh,” ujarnya. Menurut Enjat, sebelum tabrakan terdengar bunyi gemuruh cukup lama, namun tak disertai ledakan setelah pesawat menghantam tanah.

Alvin Lie, anggota Dewan Pakar INACA, menegaskan bahwa Quicksilver GT500 bukan pesawat latih konvensional melainkan kendaraan udara ringan untuk olahraga.

“Total bobot pesawat dan penumpang di bawah 600 kilogram, sehingga sangat rentan terpaan angin kencang,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pesawat ini tidak dilengkapi black box dan navigasinya sepenuhnya visual, memerlukan keterampilan pilot yang tinggi.

Menurut Alvin, dari rekaman gambar yang ada, pesawat berputar 180 derajat sebelum menukik dan menabrak permukaan tanah. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *