Olahraga Pagi Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan, Ini Alasannya

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta- Olahraga merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, waktu pelaksanaannya ternyata dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity pada 2023 menemukan bahwa berolahraga di pagi hari, khususnya pukul 07.00 hingga 09.00, dapat memberikan manfaat lebih besar dalam menurunkan berat badan dibandingkan berolahraga di siang atau sore hari.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 5.200 partisipan ini menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI) lebih besar dibandingkan mereka yang berolahraga di waktu lain.

Salah satu faktor yang memengaruhi temuan ini adalah kecenderungan peserta yang berolahraga pagi untuk mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari.

Selain itu, kelompok ini juga lebih jarang mengonsumsi alkohol dan merokok, yang turut membantu dalam pengelolaan berat badan.

Manfaat olahraga pagi telah banyak dibuktikan dalam berbagai penelitian. Studi yang diterbitkan di Frontiers in Physiology pada 2022.

Yang menemukan bahwa wanita yang berolahraga antara pukul 06.00 hingga 08.00 mengalami penurunan lemak perut dan tekanan darah yang lebih signifikan dibandingkan mereka yang berolahraga di sore hari.

Selain itu, olahraga pagi diketahui dapat membantu mengatur jam molekul tubuh, meningkatkan kesehatan metabolisme, serta mempercepat proses pembakaran lemak.

Temuan lain dari penelitian tahun 2019 juga menunjukkan bahwa olahraga sebelum sarapan, setelah tubuh berpuasa semalaman, mampu membakar lemak dua kali lebih banyak dibandingkan olahraga setelah makan.

Selain itu, berolahraga dalam kondisi perut kosong juga berkontribusi pada pengelolaan kadar gula darah yang lebih baik.

Dengan berbagai manfaat tersebut, olahraga pagi bisa menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara lebih efektif dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.(Red/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *