Satujuang- Sapi Merah, atau Parah Adumah dalam bahasa Ibrani, memiliki makna penting dalam keyakinan umat Yahudi sebagai simbol kesiapan.
Dilansir dari Republika, simbol kesiapan ini diartikan untuk membangun kembali Kuil Ketiga di situs Masjid Al-Aqsa.
Kisah tentang Sapi Merah terdapat dalam Kitab Taurat, Bilangan 19:1-22, dan ritual penyucian dengan abunya merupakan bagian penting dalam upacara keagamaan.
Menurut keyakinan Yahudi, Sapi Merah harus memenuhi kriteria khusus, seperti memiliki warna merah yang sempurna, betina, belum pernah hamil, dan lahir secara alami di Tanah Israel.
Selain itu, ritual penyucian dengan abunya digunakan untuk membersihkan orang yang telah terkontaminasi karena bersentuhan dengan mayat, sehingga mereka dapat mengakses Tempat Suci.
Namun, pemenuhan syarat-syarat Sapi Merah telah menjadi fokus utama bagi umat Yahudi dalam menunggu kemunculan Sapi Merah yang sesuai.
Hal ini diyakini sebagai tanda penting dalam meramalkan akhir zaman dan percepatan pembangunan Kuil Ketiga. Meskipun telah berlalu lebih dari 2.000 tahun, umat Yahudi masih menanti kemunculan Sapi Merah yang sesuai dengan spesifikasi tersebut.
Kepala Rabbi Israel telah melarang orang Yahudi memasuki Masjid Al-Aqsa tanpa kesucian yang diperlukan, yang dipercayai dapat dicapai dengan kemunculan Sapi Merah yang sesuai.
Ini menjadi bagian dari kepercayaan Yahudi dalam menjaga kesucian dan kesiapan untuk membangun kembali Kuil Ketiga di situs tersebut.(NT)











