Field Trip MI Takhasus Darul Ulum Ngaliyan, Bekali Siswa Pengalaman Nyata

Semarang – Field Trip, kegiatan belajar yang dilakukan di luar sekolah dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan para siswa belajar secara langsung dengan melakukan studi lapangan.

Studi lapangan ini sesuai dengan tujuan dari kurikulum pembelajaran siswa dengan harapan para siswa dapat secara langsung melakukan praktik lapangan sehingga dapat menambah wawasan para siswa dalam proses belajar.

Kepala MI Takhasus Darul Ulum, Nurul Qomariyah, S.Ag M.Si mengatakan, dengan kegiatan Field Trip atau pembelajaran di luar sekolah, diharapkan siswa mampu belajar lebih banyak dan sekaligus mendapat pengalaman lebih dari keseharian belajar di ruang kelas.

“Juga dimaksudkan sebagai media para siswa dapat melatih diri untuk hidup lebih mandiri,” tutur Nurul saat mendampingi anak didiknya dalam kegiatan Fieldtrip di Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Kampung Batik Djadhoel Semarang, Selasa (20/12/22).

Selain itu dibeberkan Nurul, dengan seringnya menerapkan program pembelajaran di luar sekolah agar para siswa tidak merasa bosan belajar di dalam kelas, dapat menyegarkan beban pikiran siswa menjadi lebih fresh sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar lebih bersemangat.

Yang tak kalah penting dikatakan Nurul, siswa dapat belajar tentang banyak hal dikehidupan nyata di sekitar mereka, sehingga siswa memperoleh informasi lebih untuk bekal diri mereka.

“Pengalaman adalah guru terbaik. Untuk itulah para siswa MI Takhasus Darul Ulum khususnya kelas 4, 5 dan 6 kita ajak Fieldtrip, belajar di luar sekolah, agar mampu secara langsung beradaptasi secara nyata sesuai bidang kurikulum yang ada di MI Takhasus Darul Ulum, Ngaliyan, Semarang ini,” tuturnya.

Nurul berharap, dengan kegiatan Fieldtrip bagi siswa MI Takhasus Darul Ulum yang berada di Jl. Bukit Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang dengan mengunjungi Laboratorium Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Kampung Batik Djadhoel Semarang, para siswa mampu melihat kehidupan yang ada di luar kehidupan mereka sehingga mereka mampu mengambil kesimpulan dan memperoleh pengalaman yang baru tentang kehidupan mereka yang saat ini masih dalam proses belajar.

Di Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, siswa siswi mendapat pengetahuan langsung terkait energi dan sumber daya mineral, serta melihat secara langsung sistem kerja laboratorium geologi, mineral, air dan listrik yang dipandu tenaga ahli ESDM Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, di Kampung Batik Djadhoel Semarang, para siswa dikenalkan dengan beberapa macam alat membatik, bahan-bahan yang dipergunakan dalam proses membatik serta melihat dan praktik membatik. (red//Hdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *