Satujuang, Blitar – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) hadiri kegiatan pembukaan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unisba tahun 2025, bertempat di Aula terbuka UNISBA, Sabtu (12/7/25).
Dalam pidatonya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan KKN sebagai pilar utama pengabdian program kuliah kerja nyata, sejatinya bukan sekadar formalitas akademik atau pelengkap kurikulum.
KKN merupakan manifestasi nyata dari salah satu pilar utama Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
“Ini adalah momen krusial di mana ilmu pengetahuan yang selama ini di gali di bangku kuliah, bertemu langsung dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat,” kata Mas Ibin mengawali pidatonya.
Lebih lanjut dikatakan Mas Ibin, pengabdian yang ideal haruslah berlandaskan pemahaman yang mendalam. oleh karena itu, dua dharma lainnya, pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan, menjadi fondasi tak terpisahkan.
“Masa kuliah di sini telah membekali saudara-saudara dengan teori dan kerangka berpikir, sementara penelitian mengasah kemampuan mahasiswa dalam menganalisis masalah, mencari data, dan merumuskan solusi dengan berbasis bukti,” jelas Mas Ibin.
Menurut Mas Ibin, KKN menjadi jembatan antara teori dan praktik, KKN justru menjadi laboratorium sesungguhnya bagi mahasiswa untuk menguji dan menerapkan teori-teori yang telah dipelajari.
KKN adalah kesempatan emas untuk membumikan konsep-konsep abstrak, melihat dampaknya secara langsung, serta memahami bahwa kompleksitas persoalan di lapangan seringkali jauh melampaui apa yang tertulis dalam buku tulis.
“Pembelajaran dua arah inilah esensi dari KKN, di mana anda memberi sekaligus menerima,tidak memandang KKN hanya sebagai program bantuan kepada masyarakat semata. namun sebagai seorang intelektual muda, saudara-saudara bukan hanya dituntut untuk memberikan “bantuan,” melainkan untuk merumuskan “solusi” yang berkelanjutan,” tegasnya.
Mas Ibin juga mengimbau pada mahasiswa untuk berpikir kritis, menganalisis akar masalah, dan merancang program yang memiliki efek transformasi jangka panjang untuk daerah yang nantinya akan dibantu, itulah esensi pengabdian yang sesungguhnya.
“lakukan observasi, wawancara, dan pengumpulan data primer yang valid untuk memahami kebutuhan riil masyarakat. dengan pendekatan ilmiah, setiap program yang saudara-saudara laksanakan akan lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien, pentingnya kolaborasi dan sinergi,” tuturnya.
Masih Mas Ibin, dampingi dan libatkan masyarakat secara aktif dalam setiap program. berdialoglah dengan para tokoh masyarakat, perangkat desa/kelurahan, pelaku umkm. serta KKN adalah upaya kolektif, dan keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa untuk membangun jejaring dan kerja sama yang erat dengan seluruh elemen di lapangan.
“Tinggalkan jejak positif yang berkelanjutan, artinya, program saudara-saudara harus mampu memberdayakan masyarakat, bukan hanya memberikan dependensi. ajarkan keterampilan, fasilitasi akses, dan dorong kemandirian agar masyarakat dapat melanjutkan estafet pembangunan setelah saudara-saudara kembali ke kampus,” tandasnya.
Terakhir Mas Ibin berpesan, manfaatkan program KKN ini dengan optimal, jadikan ini sebagai momentum untuk tumbuh belajar dan memberikan dampak, kembalilah ke kampus dengan segudang pengalaman, wawasan baru dan hati yang lebih peka terhadap realitas sosial.
“Saudara sekalian adalah bagian dari generasi penerus yang akan membangun masa depan kota Blitar, selamat bertugas, selamat berkarya, jaga nama baik Unisba,” tutupnya. (Herlina/ADV/kmf)
