Mas Dito: Kami Sering Turun ke Kelompok-kelompok Masyarakat

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar- ​Selain menjalankan fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda maupun APBD, DPRD Kota Blitar memiliki peran krusial dalam menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Mohamad Hardita Magdi atau yang akrab disapa Mas Dito, saat ditemui pewarta Satujuang di ruang kerjanya pada Senin (20/4/26).

​Mas Dito menjelaskan bahwa salah satu cara efektif untuk menyerap aspirasi adalah dengan terjun langsung ke berbagai kelompok masyarakat, seperti Bank Sampah, Integrasi Layanan Primer (ILP), dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

​”Kami rutin berinteraksi dengan kelompok masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyerap aspirasi secara langsung dan melihat realita di lapangan,” ujar Mas Dito.

​Dalam kunjungannya ke berbagai Bank Sampah di tingkat kelurahan, Mas Dito menyoroti perlunya perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Menurutnya, Bank Sampah bukan sekadar kelompok sosial, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan.

​”Bank sampah ini adalah bentuk kerja sosial masyarakat yang mendukung program pemerintah. Namun, mereka sangat membutuhkan bantuan sarana dan prasarana dari Pemkot sebagai alat pendukung operasional,” tandasnya.

​Mengenai kondisi KWT, Mas Dito mengakui bahwa saat ini sebagian besar kelompok masih bergerak secara mandiri dan swadaya.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi kendala dalam pemberian dukungan penuh bagi KWT.

​Meski demikian, ia menegaskan posisi DPRD sebagai penyambung lidah rakyat.

“Kami di DPRD akan terus bersinergi dan berupaya agar kelompok-kelompok masyarakat di Kota Blitar tetap mendapat perhatian di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.

​Terkait isu lingkungan, Mas Dito menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kolektif.

Ia mendorong pemerintah untuk lebih masif dalam menyosialisasikan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga agar masalah sampah tidak menjadi beban di masa depan.

​DPRD sendiri telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penanganan sampah.

Harapannya, sosialisasi yang baik akan melahirkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan sampah yang tepat.

“Kita harus memikirkan generasi mendatang. Pengolahan sampah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah terjadinya banjir di Kota Blitar akibat penumpukan sampah,” pungkasnya.
​(Herlina/ADV)