Satujuang, Magelang – Perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan penendangan kendaraan dinas TNI dan aksi geber-geber motor saat konvoi truk milik TNI melintas di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut semata-mata akibat kesalahpahaman dan berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa menimbulkan ketegangan berkepanjangan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan terbuka dengan pihak TNI dan Polres Magelang pada Selasa (3/6/25).
Di hadapan aparat keamanan, perwakilan GPK menyatakan penyesalan yang mendalam atas insiden yang terjadi pada Rabu (28/5), di jalur Magelang–Purworejo.
Menurut keterangan yang diperoleh, saat itu konvoi GPK menghalangi laju kendaraan dinas yang ditumpangi 2 anggota TNI.
Setelah menunggu dalam waktu yang dianggap cukup lama, salah seorang prajurit TNI berusaha meminta jalan karena ada urusan mendesak.
Namun, permintaan tersebut diabaikan oleh anggota GPK yang sedang melakukan konvoi.
Seorang anggota GPK kemudian mendekat, menendang pintu mobil dinas, dan berusaha membuka paksa pintu kendaraan.
Kejadian itu sempat memicu ketegangan yang nyaris berujung bentrokan fisik.
Beruntung, situasi berhasil diredam oleh Babinsa setempat yang kebetulan berada di lokasi.
Dalam kesempatan itu, perwakilan GPK menegaskan komitmen mereka untuk berperan sebagai pengawas sosial yang bertanggung jawab di Kabupaten Magelang dan berjanji akan selalu mematuhi peraturan lalu lintas.
Pada akhir pernyataan, GPK berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali, dan mereka terbuka untuk berdialog lebih lanjut demi menjaga kerukunan serta ketertiban umum. (AHK)
