Satujuang.com – Bentrok antara dua kelompok pemuda dua desa yakni Desa Merpas dan Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur berlangsung di objek wisata Pantai Laguna.
Akibat tawuran antar pemuda desa ini, 5 pemuda mengalami luka bacok. Mereka harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun sejumlah pemuda lain juga mengalami luka lebam dan dikhawatirkan terjadi bentrok susulan. Data terhimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB Minggu (29/8/21) dinihari.
Bermula dari seorang pemuda bernama Ar (23) warga Desa Merpas Kecamatan Nasal bersama sejumlah rekannya sedang jalan-jalan di Pantai Laguna. Namun saat dalam perjalanan mereka dihadang oleh pemuda lain yakni Fe (20) pemuda Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal bersama rekan-rekannya.
Sempat terjadi ribut mulut, kemudian terjadi perkelahian antara kedua kelompok tersebut. Namun langsung dilerai oleh masyarakat sekitar pantai wisata Laguna. Rupanya keributan itu tak sampai di situ saja. Sekitar pukul 04.30 WIB Ar pulang kerumah orangtuanya.
Orangtuanya yang berinisial Ra tidak terima melihat anaknya babak belur, mendatangi Fe dan kawan-kawannya di Pantai Laguna dengan membawa sebilah golok. Kemudian disusul oleh anaknya yang bernama AS (18) dan melakukan penyerangan dengan menggunakan sebilah golok. Kejadian ini menyebabkan Fe dan kawan kawan luka-luka.
Kapolres Kaur, AKBP. Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kapolsek Nasal IPTU Danang SH, membenarkan perkelahian tersebut. Anggota polisi yang mengetahui kejadian langsung ke TKP.
“Kita sudah datangi TKP menenangkan kedua kelompok. Sebagian sudah menjalani perawatan di Puskesmas Nasal karena mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan,” terangnya.
Lanjutnya, lima pemuda dari dua desa yang mengalami luka itu yakni tiga orang dari Desa Merpas Kecamatan Nasal mengalami luka bacok masing-masing Ar mengalami luka bacok di bagian kepala 8 jahitan.
Kemudian AS juga mengalami luka bacok, tangan sebelah kiri mendapatkan lima jahitan. Serta luka di kepala sebelah kiri satu jahitan. Terakhir MY (23) juga mengalami luka bacok di kepala sebanyak tiga jahitan dan lebam di kening.
Sementara dua orang lainnya asal Tebing Rambutan yakni Fe mengalami luka terbuka di bagian pergelangan tangan dan jari jari tangan sebelah kanan dan menjakani perawatan medis. Selain dirinya, FF (18) juga mengalami luka terbuka di lengan tangan sebelah kiri dan kanan. Serta luka lecet di bagian belakang sehingga harus menjalani perawatan. Dimana selanjutnya beberapa diantaranya melakukan visum, melakukan interogasi dan pemeriksaan terhadap kedua kelompok tersebut.
Selain itu juga melaksanakan penggalangan kepada para tokoh masyarakat. Pihaknya juga mengajak masyarakat agar dapat saling menahan diri dan jangan mudah terprovokasi oleh situasi yang ada.
“Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Nasal dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini situasi sampai saat ini masih termonitor dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ada upaya pergerakan pembalasan baik dari pihak masyarakat Desa Merpas maupun masyarakat Desa Tebing Rambutan dan kedua kelompok yang terkait.
“Salah satu dari mereka yakni berinisial Ra orangtua anak yang ikut terlibat perkelahian, telah diamankan di Polsek Nasal. Sedangkan yang lain akan menyusul dilakukan pemeriksaan karena masih dirawat di Puskesmas,” tandasnya.
Sumber: rakyatbengkulu.com
