Produksi HPI Bertambah, Harga Susu Ikan Program Makan Siang Gratis Akan Terjangkau

Satujuang- Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Budi Sulistyo, menyatakan bahwa harga susu ikan diprediksi akan turun.

Hal ini seiring dengan bertambahnya produsen hidrolisat protein ikan (HPI) sebagai bahan baku dan saat ini harga susu ikan masih relatif mahal karena jumlah produsen HPI yang terbatas.

Budi menjelaskan bahwa saat ini hanya ada satu pabrik HPI yang beroperasi di Indramayu, Jawa Barat, yang mampu memproduksi 100.000 botol susu ikan siap minum per hari dengan harga sekitar Rp 5.000 per botol.

Hal ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan susu ikan kemasan kotak 350 gram yang dihargai Rp 115.000 – Rp 118.000.

Dengan peningkatan jumlah pabrik, diharapkan harga susu ikan dapat lebih bersaing dan mendukung program makan siang gratis bagi masyarakat.

Saat ini, sudah ada lima pengusaha dalam negeri yang menunjukkan minat untuk membangun pabrik HPI.

Mereka telah berkonsultasi dengan KKP mengenai syarat teknis dan teknologi yang diperlukan untuk mendirikan pabrik tersebut.

KKP berkomitmen untuk memberikan informasi yang diperlukan agar proses pendirian pabrik dapat berjalan lancar.

Budi juga menegaskan bahwa susu ikan bukanlah susu dalam arti tradisional, melainkan susu analog yang terbuat dari protein ikan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Gizi Nasional telah mengidentifikasi susu ikan sebagai sumber minuman bergizi dan sedang berusaha untuk memasukkannya ke dalam program makan bergizi gratis.

Budi mengonfirmasi bahwa kedua lembaga tersebut telah memberikan sinyal positif terhadap usulan ini.(Red/kompas)