Satujuang, Bengkulu- Pengerukan Alur Pulau Baai disebut proyek tidak jelas, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, langsung berikan tanggapan lewat Tiktok.
Tanggapan ini disampaikan Helmi Hasan dalam video yang diupload di akun TikTok miliknya. Menanggapi komentar dari netizen terkait proyek tersebut.
“Berkaitan mengenai pengerukan Pulau Baai dan akan ada revitalisasi pelabuhan Pulau Baai, saudaraku proyek ini bukan tidak jelas, proyek ini sangat jelas, karena ini berkaitan dengan kepentingan, masyarakat provinsi Bengkulu,” terang helmi dalam video yang didapatkan media Satujuang.com, Jumat (4/4/25).
Helmi menyebut saat ini di Pelabuhan Pulau Baai mereka melihat ada 20 lebih kapal yang tidak bisa bersandar dampak dari pendangkalan yang terjadi.
Bahkan, kata dia, kapal pertamina yang mengangkut suplai BBM untuk Bengkulu juga termasuk tidak bisa bersandar karena pendangkalan tersebut.
“Belum lagi ada kapal penumpang yang harus ke Enggano, 80 penumpangnya tiketnya dikembalikan karena nggak bisa berangkat,” imbuh Helmi.
Selain itu, kapal yang mengangkut sembako untuk Enggano ia sebut juga tidak bisa juga berlayar.
Sehingga ditegaskan olehnya bahwa proyek penggerukan atau revitalisasi pelabuhan Pulau Baai bukanlah proyek yang tidak jelas, namun sangat jelas.
“Soal Jalan di provinsi yang banyak hancur yang harusnya lebih didulukan pemerintah itu pun kita akan prioritaskan,” beber Helmi.
Jadi, lanjut Helmi, untuk jalan yang menjadi kewenangan provinsi sudah disiapkan APBD provinsi Bengkulu tahun 2025 hingga Rp 600 miliar.
Sementara jika ditotal se Provinsi Bengkulu, kebutuhan anggaran perbaikan memerlukan dana kurang lebih sekitar Rp 2,5 triliun yang akan disiapkan selama 3 tahun.
“Dalam 3 tahun akan kita persiapkan anggarannya. Mohon doanya saja. Karena ini kerja bukan satu dua hari dan kita serahkan kepada pihak yang betul-betul paham akan itu,” tutupnya.
Namun sayangnya tidak dijelaskan bahwa anggaran yang digunakan untuk dilakukannya pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai bukanlah dari APBD Provinsi Bengkulu, namun dari APBN.
Asal sumber dana untuk pembiayaan proyek tersebut nampaknya tidak diketahui oleh netizen tersebut. Karena selain dia, juga didapati banyak masyarakat yang terkesan takut ada pemborosan penggunaan APBD oleh pemerintah daerah yang baru.
