Pemkot Bengkulu Adopsi Inovasi Kota Pintar Semarang Pasang Ribuan CCTV

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) beserta Komisi I DPRD Kota Bengkulu mendapat pelajaran berharga saat kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang beberapa waktu lalu.

Dalam Kunker itu, Pemkot Bengkulu berencana mengadaptasi Kota Pintar Semarang dengan menambah berbagai inovasi teknologi seperti kamera pengawas (CCTV) di setiap sudut kota.

Inovasi Kota Semarang menarik perhatian Pemkot Bengkulu, di antaranya mengenai adanya CCTV sampai tingkat RT/RW dengan jumlah kisaran 10 ribu se-kota dan telah terintegrasi dengan pihak Kepolisian.

Bahkan di tahun 2022, Pemerintah Kota Semarang sendiri menargetkan lebih 20 ribu CCTV sudah terpasang di berbagai titik.

Melihat inovasi tersebut, Kepala Diskominfo Kota Bengkulu Eko Agusrianto bertekad ke depannya CCTV di Kota Bengkulu akan ditambah dengan meminta bantuan dari berbagai stakeholder.

“Perbedaannya memang sangat jauh. Tetapi kami akan tetap berupaya, mungkin selain dari menggunakan dana APBD, kami coba bangun kolaborasi dengan pihak-pihak swasta, seperti CSR dan sebagainya,” tutur Eko, Minggu (26/6/22).

Besar kemungkinan, kata Eko, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak lain dalam memenuhi hal tersebut. Karena hal ini juga bagian dari penerapan Kota Pintar di Kota Bengkulu.

“Memang banyak hal yang harus kita coba untuk mengimplementasikan smarty city di Kota Bengkulu,” ujar Eko dikutip dari rri.

Di lain sisi, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto mendukung rencana tersebut.

Sebab menurutnya ini sangat membantu beberapa pihak, baik Pemkot Bengkulu maupun kepolisian untuk melakukan pengawasan.

Pihaknya juga antusias ketika melihat infrastruktur dan penerapan program Kota Pintar di Kota Semarang.

“Kami melihat sendiri begitu fantastisnya Kota Semarang dengan fasilitas yang begitu mewah, CCTV nya 10.000 sekian tadi. Kalau kita hanya 53 titik, itu juga masih sangat jauh sekali. Sehingga harapan saya tadi paling tidak tersedia 150 titik,” terangnya.

Namun, legislatif menyarankan Kominfo mendahulukan membangun gedung atau infrastruktur untuk wadah ruang CCTV dan sebagainya.

“Gedungnya dibuatkan dulu sedemikian rupa. Sarana prasarana dilengkapi yang sekarang lagi dibikin master plannya. Ini harapan kita dan insya allah akan terwujud,” pungkasnya. (danis)