Pasar Saham Tertekan, The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Tinggi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Amerika- Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada awal pekan ini, dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mengalami penurunan.

Indeks S&P 500 turun 0,18 persen ke 5.853,98, sementara Dow Jones kehilangan 344,31 poin atau 0,8 persen, berakhir di 42.931,60.

Di sisi lain, Nasdaq Composite justru naik 0,27 persen, berakhir di 18.540,01. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan imbal hasil Treasury serta sikap hati-hati investor yang menunggu laporan keuangan perusahaan.

Imbal hasil Treasury 10 tahun melonjak hampir 12 basis poin menjadi 4,19 persen, menambah kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama.

Menurut Kepala Strategi Investasi CFRA, Sam Stovall, kenaikan imbal hasil obligasi ini mencerminkan ekspektasi bahwa The Fed akan lebih lambat menurunkan suku bunga karena ekonomi yang tetap kuat.

Hal ini memperkuat tantangan The Fed dalam menekan inflasi ke target 2 persen dalam satu tahun ke depan.

Laporan keuangan perusahaan diperkirakan akan menjadi sorotan utama pekan ini, dengan sekitar seperlima perusahaan S&P 500, termasuk Tesla, Coca-Cola, dan GE Aerospace, dijadwalkan melaporkan kinerja mereka.

Dari 14 persen perusahaan yang telah melaporkan, lebih dari 70 persen berhasil melampaui ekspektasi analis, meski ekspektasi laba untuk kuartal ini sebelumnya telah diturunkan secara signifikan.

Meski masih ada ruang untuk optimisme di pasar ekuitas, investor tetap waspada terhadap valuasi saham yang tinggi.

Gejolak lebih lanjut juga mungkin terjadi menjelang pemilihan presiden AS dan meningkatnya risiko geopolitik global.(Red/kompas)