Parkir Tanpa Karcis Masih Merajalela di Kota Bengkulu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Praktik Parkir Tanpa Karcis oleh juru parkir masih marak di berbagai titik strategis Kota Bengkulu, menimbulkan keluhan masyarakat dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Juru parkir (jukir) kerap memungut uang parkir tanpa memberikan karcis resmi, bahkan di halaman gedung perbankan seperti Bank Bengkulu dan Bank BRI di Kelurahan Pagar Dewa.

Kondisi ini menuai keluhan dari masyarakat karena dinilai merugikan pengguna jasa parkir, serta berpotensi menyebabkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau parkir di situ pasti diminta uang, tapi tidak pernah dikasih karcis. Kita juga tidak tahu itu resmi atau tidak,” ujar Rudi (42), warga Kota Bengkulu, Rabu (24/12/25).

Keluhan serupa disampaikan Ani (35), warga lainnya, yang menilai praktik Parkir Tanpa Karcis membuat masyarakat berada pada posisi lemah.

“Kalau kendaraan kenapa-kenapa, siapa yang bertanggung jawab? Karcis saja tidak ada,” katanya.

Selain berdampak pada warga lokal, praktik Parkir Tanpa Karcis ini juga dinilai mencoreng citra Kota Bengkulu di mata pendatang dari luar daerah.

Dari sisi tata kelola, praktik Parkir Tanpa Karcis dinilai membuka celah kebocoran PAD karena tanpa karcis resmi, pungutan parkir sulit diawasi dan rawan mengalir ke kantong pribadi oknum tertentu.

“Kalau karcis tidak ada, uangnya ke mana? Jangan-jangan hanya memperkaya oknum,” imbuh Rudi.

Menanggapi permasalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, saat dikonfirmasi Satujuang mengatakan bahwa kewenangan pengawasan parkir berada pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Bapenda dahulu yang pengawasan,” ujar Sahat.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa penertiban Parkir Tanpa Karcis tidak sepenuhnya berada di tangan Satpol PP, melainkan menunggu langkah pengawasan dan koordinasi dari Bapenda sebagai instansi pengelola retribusi parkir.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya Parkir Tanpa Karcis dan dugaan kebocoran PAD tersebut.

Masyarakat menunggu langkah tegas dan terukur dari Pemerintah Kota untuk mengatasi persoalan Parkir Tanpa Karcis ini. Pemkot Bengkulu diharapkan menertibkan praktik parkir tanpa karcis di lokasi-lokasi strategis tersebut. (Red)