Satujuang, Blitar- DPRD Kota Blitar mengapresiasi keberhasilan Pemkot dan para kader dalam Tekan Stunting hingga 11,4%, jauh di bawah target nasional 19,8%.
Apresiasi ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD M Hardita usai rapat Paripurna di graha paripurna DPRD Kota Blitar, Senin (17/11/25).
“Kami apresiasi Pemkot Blitar atas penghargaan dari pemerintah pusat dari Kementerian Kesehatan terkait penurunan stunting,” kata Mas Dito, panggilan akrab M Hardita.
Mas Dito melanjutkan, DPRD mendorong Pemkot Blitar berkomitmen memperkuat program pencegahan stunting secara menyebar.
Program ini mencakup pencegahan pernikahan dini, pemberian vitamin ibu dan anak, serta pertumbuhan kesehatan ibu dan balita.
“Kita harus ada langkah-langkah untuk sosialisasi edukasi pencegahan stunting,” jelasnya.
Berkat prestasi ini, Pemkot Blitar menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 6,4 miliar dari pemerintah pusat.
Insentif ini diberikan kepada 50 kota/kabupaten se-Indonesia yang berhasil menjalankan program strategis nasional dalam Tekan Stunting.
“Untuk kader-kader yang selama ini saya kunjungi di setiap kelurahan maupun kecamatan sudah berjalan dengan baik,” tuturnya. “Antusias kader-kader ini juga sungguh luar biasa.”
Namun, Mas Dito menyebut masih banyak keluhan kader terkait kurangnya fasilitas di posyandu ILP Kota Blitar untuk pelayanan kesehatan.
Sebagai wakil rakyat, ia peduli dan akan memberikan bantuan pribadi kepada kader posyandu demi peningkatan kesehatan masyarakat Kota Blitar.
“Mulai dari peralatan cek gula darah, kolesterol, tidak semua di Pustu ini memiliki alat seperti itu,” tandasnya.
Mas Dito berharap Dinas Kesehatan lebih memperhatikan posyandu di Kota Blitar untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal ini penting mengingat gizi di posyandu juga berkurang, serta demi Tekan Stunting di Kota Blitar.
Ia secara berkala akan terus mengecek kesehatan atau memberikan vitamin di posyandu. Kesehatan ibu dan balita, termasuk pelayanan ILP, harus betul-betul diperhatikan.
“Kami tetap komitmen untuk penurunan stunting ini ke depan bisa mengnolkan,” tutupnya.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan juga penting karena observasi lingkungan dapat menghindari penyakit. Ini termasuk mengembangkan kegiatan bank sampah dan edukasi terkait. (Adv/Herlina)
