Makam Istri Bung Karno, Diusulkan Pindah ke Bengkulu

Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana mengusulkan pemindahan makam Ibu Negara, Fatmawati Soekarno dari Jakarta menuju tanah kelahirannya di Bengkulu.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, memimpin rapat pembentukan tim kajian rencana tersebut, Rabu (6/5/26).

Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Bengkulu bersama OPD terkait.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” kata Khairil dalam rapat tersebut.

Kompleks Taman Remaja disiapkan sebagai lokasi baru makam yang akan direvitalisasi menjadi kawasan terpadu.

Usulan resmi segera disampaikan kepada pihak keluarga dan Kementerian Sosial.

“Taman Remaja akan menjadi kawasan terpadu. Selain makam sebagai wisata sejarah, akan dibangun masjid, jogging track, dan sentra UMKM di sana,” tambahnya.

Berdasarkan sejarah, Fatmawati Soekarno dikenal luas sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih.

Ia bertemu Bung Karno saat masa pengasingan di Bengkulu dan menikah pada 1943.

Bendera Merah Putih dijahitnya pada 1944 menggunakan kain katun halus.

Bendera tersebut kemudian dikibarkan pertama kali saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Perempuan kelahiran 5 Februari 1923 ini merupakan putri tokoh Muhammadiyah, Hasan Din.

Ia memiliki nama asli Fatimah dan menjadi sosok sentral perjuangan bangsa.

Fatmawati wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980 silam. Saat ini, jenazahnya masih dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Presiden Abdurrahman Wahid mengukuhkan Fatmawati sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2000.

Beliau mendapat gelar kehormatan sebagai Ibu Agung Fatmawati Soekarno atas jasa-jasanya.

Pemerintah daerah berharap pemindahan ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi bagi pahlawan nasional.

Keberadaan makam di Bengkulu dinilai akan memperkuat identitas sejarah Bumi Merah Putih. (Red)