Mahasiswa UGM Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Rektor: Kembalikan Kampus sebagai Institusi Kerakyatan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Yogyakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor UGM, Prof Ova Emilia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, melalui pernyataan resmi yang beredar pada Sabtu (25/5/25).

Menurut Tiyo, tujuan utama BEM KM UGM adalah mengembalikan citra UGM sebagai kampus kerakyatan yang seharusnya berpihak sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat, bukan kepada kekuasaan politik mana pun.

“Kami melihat UGM saat ini terlalu tersandera oleh kepentingan penguasa, bukan lagi memegang amanah sebagai lembaga pendidikan yang kritis dan independen,” ujar Tiyo.

Dalam dokumen pernyataan itu, BEM KM UGM menuding UGM telah berkontribusi dalam mengokohkan kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa masa jabatannya.

Tiyo menilai, kebijakan dan dukungan institusi kampus tersebut telah mematikan ruang demokrasi.

“Meskipun kini pemerintahan dipegang oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sesungguhnya cengkeraman politik Jokowi masih berlanjut. UGM selayaknya bertanggung jawab dengan menegaskan sikapnya,” tambahnya.

Lebih jauh, pernyataan BEM KM UGM dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap respons kampus terhadap gejolak politik nasional.

BEM menilai bahwa sekadar menyelenggarakan diskusi akademik kritis di lingkungan kampus tidaklah cukup.

“Diskusi-diskusi yang digelar hanya sebatas panggung retorika di media. Sementara, ketidakadilan dan penindasan terus terjadi di lapangan,” ujar Tiyo.

Sehubungan dengan itu, BEM KM UGM menuntut agar Rektor UGM menyatakan mosi tidak percaya secara resmi kepada lembaga negara yang dianggap tidak berpihak.

“Kami tidak akan mencabut mosi tidak percaya ini sampai Rektor menyatakan keberpihakan pada rakyat. Setidaknya, ia harus mengeluarkan pernyataan mosi tidak percaya kepada rezim Prabowo–Gibran atau yang setara dengannya,” tegas Tiyo.

Hingga saat ini, pihak Rektorat UGM belum memberikan tanggapan resmi atas mosi tidak percaya yang dilayangkan BEM KM UGM. Upaya Tempo untuk mewawancarai Rektor Ova Emilia belum membuahkan respons. (AHK)