Satujuang, Bengkulu- Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (27/5) lalu berhasil redam potensi kekacauan di Bengkulu dampak dari kelangkaan BBM dan ditambah beberapa persoalan lainnya.
Hal ini tersirat dari hasil wawancara wartawan dengan ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin, usai menghadiri peresmian cafe Kraving di kelurahan Sukarami kota Bengkulu, Jumat (30/5/25).
“Saya kemarin diskusi terus sama pak Wapres, saya sengaja betul-betul mengawal ini,” jawab Sultan saat dihadapkan dengan pertanyaan isu BBM di Bengkulu akan kembali langka saat Wapres dan dirinya balik ke Jakarta.
Sultan mengatakan Wapres Gibran sampai menitipkan pesan untuk sama-sama mengawal persoalan BBM langka di Bengkulu kepada dirinya.
Ia menuturkan, hal tersebut sudah pasti dilakukannya karena Bengkulu adalah kampung halamannya, dan siap memastikan kelangkaan BBM seperti kemarin tidak terjadi lagi di Bengkulu.
“Kemarin beliau sudah kerahkan sedemikian rupa kepada Pertamina, saya dengar langsung. Makanya kemarin kan panjang nih (antrian, red) tapi ternyata di luar dugaan kita, ternyata cepat sekali konsolidasinya. Cepat sehingga kekhawatiran kita akan terjadi crash atau chaos itu tidak jadi,” jelasnya.
Orang nomor 7 di Indonesia ini berharap ke depan ini tidak terjadi lagi kelangkaan BBM yang parah seperti kemarin.
Tapi, kata Sultan, pekerjaan rumah yang paling penting adalah bagaimana memastikan pelabuhan Pulau Baai kembali normal.
“Itu menjadi konsen kita betul ya. Beliau juga sudah lihat langsung, saya pun akan ingatkan terus semua pihak terkait agar ke depan pelabuhan kita tidak seperti sekarang,” paparnya.
Saat ditanya terkait apakah ada atensi khusus dari Wapres Gibran soal opsen pajak yang dikeluhkan masyarakat di Bengkulu, Sultan nampaknya belum mau menjelaskan lebih jauh.
“Itu beritanya udah banyak,” pungkasnya mengakhiri wawancara. (Red)
