Indonesia Resmi Masuki Era Penduduk Tua, Proporsi Lansia Tembus 12 Persen

Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa Indonesia telah memasuki fase penduduk tua (ageing population), dengan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 12 persen pada 2024.

Fenomena ini terjadi karena jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas terus meningkat sejak 2021, saat angkanya pertama kali melampaui 10 persen.

Perubahan struktur penduduk ini tergambar jelas dalam piramida penduduk Indonesia.

Pada 1971, Indonesia masih memiliki piramida penduduk ekspansif, yang mencerminkan populasi muda dengan angka kelahiran tinggi.

Namun, pada 2020, bentuk piramida bergeser menjadi konstruktif, menandakan transisi ke populasi yang lebih tua.

Proyeksi Sensus Penduduk 2050 memperkirakan piramida akan berbentuk stasioner, dengan puncak yang semakin melebar, mencerminkan dominasi kelompok usia tua.

Sejak 2015, jumlah lansia di Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Pada tahun itu, proporsinya masih 8,43 persen, kemudian naik menjadi 10,82 persen pada 2021, dan kini mencapai 12 persen di 2024.

Tren ini sejalan dengan peningkatan angka harapan hidup (AHH), yang naik dari 70,78 tahun pada 2015 menjadi 72,39 tahun pada 2024.

Sebaran lansia di Indonesia menunjukkan bahwa dari 38 provinsi, 21 provinsi telah masuk kategori penduduk tua dengan proporsi lansia di atas 10 persen.

Di Yogyakarta mencatat persentase lansia tertinggi di Indonesia, yakni 16,28 persen, disusul Jawa Timur (16,02 persen) dan Jawa Tengah (15,46 persen). Sementara itu, Papua Tengah memiliki persentase lansia terendah, hanya 4 persen.

Dengan struktur penduduk yang semakin menua, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam sektor kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

Kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan lansia menjadi semakin mendesak untuk memastikan kesejahteraan mereka di masa depan.(Red/kumparan)