Satujuang, Seluma – SMPN 48 Seluma memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan upacara khidmat bernuansa kebhinekaan.
Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat Nusantara. Keberagaman busana ini menjadi simbol persatuan dan refleksi mendalam pendidikan karakter, Sabtu (2/5/26).
Hardiknas tahun ini menekankan fondasi pembangunan manusia yang berdaya saing serta berakhlak.
Kepala SMPN 48 Seluma, Partiyah, menegaskan pendidikan harus menyentuh dimensi kemanusiaan.
Baginya, Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan proses internalisasi nilai budaya dan toleransi.
Sebagai aksi nyata, sekolah menggelar bakti sosial ke Panti Asuhan Bina Insan, Simpang Kandis, Kota Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan menanamkan empati kepada siswa.
“Kami ingin membentuk karakter siswa agar peduli sesama, menumbuhkan empati, serta membiasakan diri bersedekah,” ujar Partiyah dalam keterangannya usai kegiatan.
Partiyah berkomitmen menjadikan program sosial ini sebagai gerakan berkelanjutan.
Pihak sekolah akan mengintegrasikan kegiatan berbagi tersebut ke dalam budaya sekolah secara rutin.
“Sesuai petunjuk Gubernur Bengkulu, kami menggalakkan Jumat Sedekah. Hasilnya akan didistribusikan setiap bulan kepada panti asuhan dan keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Peringatan Hardiknas di SMPN 48 Seluma membuktikan pendidikan tidak hanya berorientasi akademik.
Pembentukan karakter yang utuh melalui aksi sosial menjadi prioritas utama sekolah.
Dengan semangat gotong royong, sekolah ini menunjukkan bahwa pendidikan humanis adalah kunci mencetak generasi cerdas dan berintegritas bagi masa depan bangsa. (da)
