Gerindra Kota Blitar Tegas Tolak Budi Arie: Tak Rela Ditunggangi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Blitar secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana bergabungnya Ketua Projo, Budi Arie, ke jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Sikap tegas itu disampaikan dalam deklarasi yang digelar di Kantor DPC Gerindra Kota Blitar pada Sabtu (9/11/25).

Deklarasi tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta pengurus ranting se-Kota Blitar.

Perwakilan berbagai sayap partai juga turut hadir, mulai dari Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), Tunas Indonesia Raya, Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Kesehatan Indonesia Raya (Kesira), hingga Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira).

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap sikap DPC Gerindra Kota Blitar.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing, yang juga anggota DPRD Kota Blitar, menegaskan bahwa banyak kader merasa tidak nyaman dengan wacana tersebut.

“Kita sebagai kader merasa tidak nyaman ketika ada orang-orang yang hanya mencari panggung politik untuk kepentingan sendiri. Kami lebih baik Budi Arie tetap sebagai Ketua Umum Projo dan membantu Pak Prabowo,” ujar Tan Ngi Hing.

Ia menambahkan bahwa loyalitas dan dedikasi kader merupakan kunci keberlangsungan partai. Karena itu, integritas Gerindra harus dijaga.

“Kami tidak rela ketika ada kapal selam yang ingin menunggangi kepentingan Partai Gerindra ke depan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPC Gerindra Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, yang juga anggota DPRD Kota Blitar, menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia menyinggung rekam jejak Budi Arie.

“Kami menghormati relawan, tetapi tidak bisa melupakan sejarah Budi Arie yang pernah melakukan black campaign terhadap Pak Prabowo. Ini bisa memecah perjuangan teman-teman di Gerindra,” jelas Yohan.

Yohan menegaskan bahwa penolakan ini bukan hanya suara DPC Kota Blitar, tetapi juga menjadi sikap kolektif dari seluruh DPC dan DPD Gerindra di Jawa Timur.

Gerakan serupa bahkan muncul di berbagai daerah secara nasional.

“Kami ingin mempertahankan kader-kader yang telah berjuang selama 25 tahun dan tidak ingin terpecah belah oleh masuknya Budi Arie ke dalam kepengurusan DPP Partai Gerindra,” pungkasnya. (Herlina)